Dalam bisnis apa pun, saya yakin, keuntungan, profit, atau cuan, pastilah sesuatu yang penting. Jika orientasinya bukan profit atau laba, tidak bisa lagi disebut bisnis, tapi bisa kita sebut yayasan atau organisasi nirlaba.
Memang, keuntungan merupakan hal penting, tapi ada hal yang lebih penting yaitu bisnis itu sendiri.
Jadi begini, dalam membangun sebuah bisnis, biasanya kita mulai dari kecil dan pelan-pelan kita kembangkan menjadi lebih besar. Meskipun kata "kecil" disini relatif untuk setiap orang, tapi tentunya, apapun bisnis yang kita bangun, kita ingin bisnis ini menjadi lebih besar.
Misal, jualan baju anak. Mulai dari nyetok satu lusin, kemudian satu kodi, kemudian satu karung, dst. Mulai dari coba-coba/eksperimen/product-market-fit-test, jadi reseller, jadi agen, bikin brand sendiri, produksi sendiri, dst.
Nah, disini tentu ada proses. Jika di awal bisnis, Anda mentargetkan punya omzet dan keuntungan selangit, namun kapasitas pengetahuan dan pengalaman Anda tidak memadai, maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi:
1. Anda habiskan uang, belanja modal, karena terlalu menggebu-gebu kemudian pusing sendiri terkait pemasaran dan penjualan.
2. Anda stres karena ingin segera untung besar, pada akhirnya malah melunturkan semangat berbisnis
3. Anda beruntung, target tercapai, namun peluangnya sangat kecil, dan sulit bertahan lama.
Tidak sedikit pebisnis pemula yang lupa bersabar. Sabar disini bukan berarti memaklumi semua keterbatasan dan mengabaikan pertumbuhan bisnis, melainkan sabar dalam mempelajari bidang bisnis yang kita tekuni, pun juga sabar dengan apa yang kita peroleh.
Jika saat ini Anda baru memulai bisnis online, punya omzet kecil, jangan sampai terlintas kalimat "Aduh kerja berat, nyetok, ngiklan, cek pembayaran, bungkusin barang, ngantar ke JNE, untungnya cuma segini, kapan kaya nya"
atau "Ini mah ga nutup, mending cari kerjaan lain aja"
atau "Duh, ribet banget, dapetnya cuma segini, berhenti aja deh"
Well, once again, entrepreneurship is a journey. Seperti yang saya sampaikan tadi, keuntungan itu penting tapi ada yang lebih penting, bisnis itu sendiri. Tujuan kita berbisnis bukanlah keuntungan semata, apalagi bagi orang yang baru mulai berbisnis. Ada dua tujuan yang lebih penting, yaitu belajar dan mengembangkan bisnis.
Jangan hanya fokus pada keuntungan, karena Anda akan lelah sendiri jika matriks bisnis Anda hanya profit dan cuan. Tapi pikirkan bagaimana mengembangkan bisnis, bagaimana membangun brand, bagaimana membangun jaringan, dll.
Jika Anda ingin membangun tempat tinggal, namun yang Anda pikirkan hanya bagaimana agar tidak kepanasan dan kehujanan, maka Anda akan segera berfikir untuk membeli tenda. Lebih murah, lebih hemat waktu, praktis, dan Anda akan berfikir bahwa Anda sudah untung. Sebanyak dan sebesar apapun tenda yang Anda beli, yang Anda miliki pada akhirnya tetaplah tenda, bukan rumah.
Tetapi ketika Anda fokus untuk membangun rumah yang indah, besar, megah, kokoh, maka Anda akan mulai untuk belajar. Belajar merancang, membangun pondasi, mengaduk semen, membangun dinding, menyusun bata, merangkai atap, memasang jendela, mengecat, dll. Anda akan mulai dengan belajar dan mencoba. Itu semua membutuhkan waktu, karena ada banyak hal yang harus Anda ketahui dan pelajari.
Jika Anda tipe orang yang tidak sabaran, Anda mungkin akan berfikir lagi tentang tenda, beli, kemudian rakit, satu atau dua hari jadi.
Tapi jika Anda membangun rumah, setelah satu pekan pun mungkin Anda baru selesai menggali pondasi. Belum ada rumah, apalagi kamar dan tempat tidur yang bisa ditempati. Sudah berusaha keras, badan lelah, capek, namun Anda tetap harus keluar cost untuk ngontrak dulu, atau numpang di rumah orang tua dulu. Disinilah Anda harus bersabar dan terus belajar.
Bukan tidak ada hasil, hasilnya ada, tapi belum bisa betul-betul Anda nikmati. Karena masih sebatas galian pondasi.
Terkadang pada saat awal membangun bisnis, kita merasa effort yang kita keluarkan tidak sebanding dengan keuntungan yang kita peroleh. Letih, cape, lelah, tapi cuan nya kecil.
Maka, ingat lagi filosofi membangun rumah. Fokus pada bagaimana membesarkan bisnis Anda. Bagaimana memperbesar demand, menjaga supply, meningkatkan kualitas, memperkuat brand, maintain cashflow, dst.
Maka Anda akan mulai belajar, dan terus bereksperimen dengan inovasi-inovasi yang Anda miliki
Kamis, 18 Juni 2020
Jumat, 16 Agustus 2019
Entepreneurship For Me
"Entepreneurship is a Journey, Physically, Mentally, and even Emotionally"
I really appreciate for those who is taking on greater than normal financial risks to solve people's problem
Worth to read:
https://www.shopify.com/blog/117049413-what-exactly-is-an-entrepreneur-and-how-do-you-become-one-today
Catatan Workshop Eksklusif Nadiem Makarim
Apa goals dari seorang founder startup?
Membuat organisasi yang lu bisa untuk ngga selamanya disitu
Make something faster, cheaper, better
Seperti apa founder/ cofounder yang pas?
Founder yang memberikan sesuatu lebih dari hidupnya. Dia hidup nggak cuma untuk dirinya sendiri. Founder yang bisa memikirkan dan melakukan sesuatu diluar hidupnya.
Dari mana founder belajar?
80% kegagalan, 20% kesuksesan
Gagal Total = Menyerah
Tentang sukses
Sukses korelasinya hanya satu, yaitu berapa kali kita nyoba
Apa yang penting dalam sebuah startup?
1. Proses
2. Data, setiap keputusan harus berdasarkan data kuantitatif, evidence based
3. Komunikasi, harus tahu kapan, mengapa, dan apa dampak dari seseorang membuat keputusan
Mendengar atau Bicara?
Kemampuan mendengar jauh lebih penting dari kemampuan bicara
Pentingkah Visi/ Misi/ Goals?
Misi harus bisa dikomunikasikan CEO ke setiap orang. Tim, investor, mitra, customer. CEO harus punya keyakinan terhadap misi
Tentang Masalah
Start Up di awal tidak harus melulu mikirin duit. Startup harus fokus pada penyelesaian masalah. Ketika banyak orang terbantu, maka duit akan datang sendiri
Setiap startup harus firm/confirm dengan Problem Statement, masalah apa yang ingin diselesaikan
Harus mampu mengidentifikasi problem yang pain enough, bisa disolusikan, dan solusinya scalable. Marketnya harus cukup besar agar scalable.
Dua Problem statement of Go Food:
1. Lu bisa makan apa aja, dimana aja
2. Orang bisa jualan makanan dari mana aja
Investment?
Harus punya alasan yang jelas kenapa raising fund? Harus bisa membuktikan dulu kalo customernya sudah ada dan bisnisnya scalabale.
Joint Venture?
Jangan buru-buru join venture, apalagi kalo kita sebagai minoritas di JV. JV sebenarnya bukan mainan kecil (startup). Bakal pusing sendiri mikirin JV, bisa2 mothership company terbengkalai. Belum tentu JV memberikan income yang cukup buat mothership company lu.
Ideal CEO?
CEO harus fokus, one thing at a time. Tidak ada startup yang bisa sukses jika CEO nya "nyambi"
...akan dilanjutkan/dilengkapi dilain waktu
ada yang minta ttd kaos
Membuat organisasi yang lu bisa untuk ngga selamanya disitu
Make something faster, cheaper, better
Seperti apa founder/ cofounder yang pas?
Founder yang memberikan sesuatu lebih dari hidupnya. Dia hidup nggak cuma untuk dirinya sendiri. Founder yang bisa memikirkan dan melakukan sesuatu diluar hidupnya.
Dari mana founder belajar?
80% kegagalan, 20% kesuksesan
Gagal Total = Menyerah
Tentang sukses
Sukses korelasinya hanya satu, yaitu berapa kali kita nyoba
Apa yang penting dalam sebuah startup?
1. Proses
2. Data, setiap keputusan harus berdasarkan data kuantitatif, evidence based
3. Komunikasi, harus tahu kapan, mengapa, dan apa dampak dari seseorang membuat keputusan
Mendengar atau Bicara?
Kemampuan mendengar jauh lebih penting dari kemampuan bicara
Pentingkah Visi/ Misi/ Goals?
Misi harus bisa dikomunikasikan CEO ke setiap orang. Tim, investor, mitra, customer. CEO harus punya keyakinan terhadap misi
Tentang Masalah
Start Up di awal tidak harus melulu mikirin duit. Startup harus fokus pada penyelesaian masalah. Ketika banyak orang terbantu, maka duit akan datang sendiri
Setiap startup harus firm/confirm dengan Problem Statement, masalah apa yang ingin diselesaikan
Harus mampu mengidentifikasi problem yang pain enough, bisa disolusikan, dan solusinya scalable. Marketnya harus cukup besar agar scalable.
Dua Problem statement of Go Food:
1. Lu bisa makan apa aja, dimana aja
2. Orang bisa jualan makanan dari mana aja
Investment?
Harus punya alasan yang jelas kenapa raising fund? Harus bisa membuktikan dulu kalo customernya sudah ada dan bisnisnya scalabale.
Joint Venture?
Jangan buru-buru join venture, apalagi kalo kita sebagai minoritas di JV. JV sebenarnya bukan mainan kecil (startup). Bakal pusing sendiri mikirin JV, bisa2 mothership company terbengkalai. Belum tentu JV memberikan income yang cukup buat mothership company lu.
Ideal CEO?
CEO harus fokus, one thing at a time. Tidak ada startup yang bisa sukses jika CEO nya "nyambi"
...akan dilanjutkan/dilengkapi dilain waktu
Jumat, 29 Maret 2019
Mantan
Andai...
Andai kita, diminta untuk memilih
Satu dari dua kalimat, kira-kira kalimat mana yang akan kita pilih?
1. "Dulu, aslinya saya orang ga bener"
2. "Dulu, aslinya saya orang baik"
=============
1. "Dulu, saya orang terpandang, kaya"
2. "Dulu, saya orang miskin, mau makan aja susah"
=============
Ada mantan Orang Baik, ada pula mantan Penjahat
Ada mantan Orang Kaya, ada pula mantan Orang Miskin
Ada mantan Supir, ada pula mantan Bos
Ada mantan Ustad, ada pula mantan Preman
Semua punya masa lalu.
Dan yang perlu sama-sama kita ingat:
Sehingga, jangan pernah merendahkan orang lain, siapapun dia, apapun statusnya dan keadaannya saat ini.
Pun sebaliknya, jika saat ini keadaan kita disulitkan oleh Allah SWT, banyak ujian, hidup pas-pasan, amalan seadanya, jangan pernah sedikit pun kita putus asa terhadap Rahmat Allah SWT. Karena selalu ada harapan bahwa hari esok, Allah akan memperbaiki keadaan kita.
Perkara hari esok tiada yang tahu selain Dia
Tetap berusaha, dan hargai siapa saja
Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita semua khususnya saya pribadi.
Andai kita, diminta untuk memilih
Satu dari dua kalimat, kira-kira kalimat mana yang akan kita pilih?
1. "Dulu, aslinya saya orang ga bener"
2. "Dulu, aslinya saya orang baik"
=============
1. "Dulu, saya orang terpandang, kaya"
2. "Dulu, saya orang miskin, mau makan aja susah"
=============
Ada mantan Orang Baik, ada pula mantan Penjahat
Ada mantan Orang Kaya, ada pula mantan Orang Miskin
Ada mantan Supir, ada pula mantan Bos
Ada mantan Ustad, ada pula mantan Preman
Semua punya masa lalu.
Dan yang perlu sama-sama kita ingat:
Hari ini, adalah masa lalu bagi sesiapapun yang ada di masa depan.
Sehingga, jangan pernah merendahkan orang lain, siapapun dia, apapun statusnya dan keadaannya saat ini.
Pun sebaliknya, jika saat ini keadaan kita disulitkan oleh Allah SWT, banyak ujian, hidup pas-pasan, amalan seadanya, jangan pernah sedikit pun kita putus asa terhadap Rahmat Allah SWT. Karena selalu ada harapan bahwa hari esok, Allah akan memperbaiki keadaan kita.
Perkara hari esok tiada yang tahu selain Dia
Tetap berusaha, dan hargai siapa saja
Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita semua khususnya saya pribadi.
Minggu, 06 Januari 2019
Tidak Disukai
Ini tulisan singkat dan ringan
Mungkin termasuk cita-cita kita adalah agar disukai oleh banyak orang, karena tentu tidak ada dari kita, manusia normal, yang dengan rela hati ingin dibenci oleh orang lain. Terkadang kita risih jikalau tahu si fulan tidak suka dengan kita. Bisa jadi dia tidak suka dengan perawakan kita, sikap kita, atau bahkan bau badan kita, hhe.
Selama beberapa tahun saya menonton youtube, saya belum pernah menemui ada video, yang sudah ditonton banyak orang, namun jumlah dislike nya nol. Selalu saja ada dislike. Sekali lagi, selalu ada dislike. Bahkan video-video ceramah seperti ceramah AA Gym atau Ustad Abdul Somad sekalipun yang kita tahu banyak manfaatnya, tetap ada dislike.
Bahkan Rasulullah salallahu'alaihiwassalam, manusia terbaik yang sering kita sebut namanya dan bershalawat untuknya, pun ada orang-orang yang tidak suka dengan beliau salallahu'alaihiwassalam.
Jadi apakah ada masalah dengan "tidak disukai"? Tentu ada. Jika banyak orang yang tidak suka dengan Anda, mungkin ada yang salah dengan diri Anda. Bisa jadi Anda penjahat, hha, segeralah introspeksi.
Dulu waktu masih mahasiswa, saya pun pernah tidak disukai oleh si fulan(bukan fulanah). Bagaimana saya tahu? Karena si fulan menunjukkan ketidaksukaannya dalam sikap dan tindak tanduknya. Apa yang saya lakukan? Saya coba tanyakan ke si fulan, namun saya tidak temui jawabannya. Jadi? Saya coba introspeksi, perbaiki diri, dan keep move on.
Jadi, jika ada orang yang tidak suka dengan Anda, bukan berarti Anda penjahat. Jika Anda kenal orangnya, ajak biacara dan tanyakan. Tujuannya? Bukan untuk membuat dia suka kepada Anda, tetapi agar Anda bisa memperbaiki diri atas masukannya, mudah-mudahan kritikannya bisa membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik.
Jangan lupa berterimakasih kepada orang-orang yang mengkritik Anda
Maka, baik yang suka atau yang tidak suka, keduanya mengandung hikmah dan Rahmat dari Allah Ta'ala karena Allah tidak menciptakan apapun, termasuk perasaan tidak suka, secara sia-sia.
Mungkin termasuk cita-cita kita adalah agar disukai oleh banyak orang, karena tentu tidak ada dari kita, manusia normal, yang dengan rela hati ingin dibenci oleh orang lain. Terkadang kita risih jikalau tahu si fulan tidak suka dengan kita. Bisa jadi dia tidak suka dengan perawakan kita, sikap kita, atau bahkan bau badan kita, hhe.
Selama beberapa tahun saya menonton youtube, saya belum pernah menemui ada video, yang sudah ditonton banyak orang, namun jumlah dislike nya nol. Selalu saja ada dislike. Sekali lagi, selalu ada dislike. Bahkan video-video ceramah seperti ceramah AA Gym atau Ustad Abdul Somad sekalipun yang kita tahu banyak manfaatnya, tetap ada dislike.
Bahkan Rasulullah salallahu'alaihiwassalam, manusia terbaik yang sering kita sebut namanya dan bershalawat untuknya, pun ada orang-orang yang tidak suka dengan beliau salallahu'alaihiwassalam.
Jadi apakah ada masalah dengan "tidak disukai"? Tentu ada. Jika banyak orang yang tidak suka dengan Anda, mungkin ada yang salah dengan diri Anda. Bisa jadi Anda penjahat, hha, segeralah introspeksi.
Dulu waktu masih mahasiswa, saya pun pernah tidak disukai oleh si fulan
Jadi, jika ada orang yang tidak suka dengan Anda, bukan berarti Anda penjahat. Jika Anda kenal orangnya, ajak biacara dan tanyakan. Tujuannya? Bukan untuk membuat dia suka kepada Anda, tetapi agar Anda bisa memperbaiki diri atas masukannya, mudah-mudahan kritikannya bisa membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik.
Jangan lupa berterimakasih kepada orang-orang yang mengkritik Anda
Maka, baik yang suka atau yang tidak suka, keduanya mengandung hikmah dan Rahmat dari Allah Ta'ala karena Allah tidak menciptakan apapun, termasuk perasaan tidak suka, secara sia-sia.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir; maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka. [Shâd/38:27].
Semoga bermanfaat.Sabtu, 05 Mei 2018
Bersihin Laptop Itu Penting
Ternyata bersih-bersih laptop itu penting! Baca pelan-pelan ya, semoga manfaat 😊
Singkat cerita, laptop saya memiliki CPU core i7 dengan 4 core, 8 threads dengan win 7. Sudah beberapa tahun terakhir mengidap penyakit aneh. Kenapa aneh? Karena dua tahun terakhir, hampir setiap kali laptop saya "bekerja keras", atau setelah hibernate dipaksa kerja agak berat, pemakaian CPU 0 langsung naik mendekati 100%, sementara CPU lain (1-7) normal-normal saja. Gejala ini biasanya ditemui saat putar video dengan sering menggeser toggle waktu-video (maju-mundur), saat bermain game, atau saat banyak program yang dibuka bersamaan. Alhasil suhu laptop meningkat dan fan atau kipas menderung bak helikopter mau tancap gas.
Gejala ini sudah dua tahun saya alami namun saya biarkan saja. Biasanya saya solusikan dengan meng-sleep kan laptop. Setelah sleep, biasanya CPU 0 akan kembali normal. Meskipun gejala akan kembali mucul jika saya memaksa laptop kerja keras lagi.
Hingga pada akhirnya kemarin, saat nostalgia bermain Counter Strike (CS), saya mulai terganggu dengan gejala ini, karena membuat video game yang saya mainkan jadi suka nge-lag atau patah-patah dan laptop semakin panas. Akhirnya saya coba gugling masalah ini dan mencoba cari solusinya. Ada berbagai solusi yang saya temui dan saya coba, diantaranya ubah setting scheduller dan dissable sound effect. Setelah mencoba keduanya, masih belum berhasil, CPU 0 masih menunjukkan gejala aneh dan CS tetap nge-lag. Namun, masih ada satu solusi yang belum saya coba yang saya temui di: https://superuser.com/questions/585578/disabling-system-interrupts-in-windows-7-high-cpu-usage-semi-solved
Bongkar ASUS N43S
Solusinya ialah membersihkan laptop dari debu. Awalnya saya ragu untuk mencoba solusi ini, namun karena sudah buntu, akhirnya saya coba. Berbekal video dari youtube, saya coba ikuti tutorial bongkar laptop ASUS N43S. Namun tidak sepenuhnya saya bongkar, hanya keyboard, cover RAM dan cover Hard Disk. FYI untuk laptop saya, fan/kipas dapat diakses langsung dari bawah keyboard. Kemudian saya coba sedot debu-debunya dengan vacum cleaner. Penyedotan saya lakukan di setiap lubang, khusunya lubang saluran udara, baik udara masuk maupun udara keluar secara bolak balik beberapa kali.
Saya coba nyalakan, test main CS, voila! Suhu laptop tidak sepanas biasanya saya main CS. Saya coba mainkan agak lama, diikuti menyalakan video untuk memastikan penyakit laptop saya benar-benar hilang. Alhamdulillah CPU 0 berjalan normal dan kembali sehat. Tidak seperti sebelumnya yang naik ke 100% jika 'dipaksa' kerja. Kemudian saya coba matikan dan bersihkan kembali dengan sedot debu, tisu yang dibasahkan, dan kuas lukis. Setelah memastikan semua bersih, saya pasang dan test fan/kipas nya kembali dengan menyalakan laptop. Alhamdulillah sampai postingan ini dikirim, semua baik-baik saja, dan suhu laptop saya sekarang tidak sepanas biasanya. Sesaat sebelum posting, saya coba main CS setengah jam lebih, dan alhamdulillah CPU 0 engga bandel lagi kayak sebelumnya. Semua core CPU berjalan normal. Selain itu, kinerja CPU ketika tidak bermain video game, juga semakin baik, dibawah 5%. Biasanya cenderung lebih tinggi.
Dugaan saya, mungkin gumpalan debu yang ada di kipas laptop menyebabkan kinerja kipas menurun dan laptop jadi overheat, akhirnya CPU 0 jadi bergejala 'aneh'.
Bongkar Compaq Presario V3700
Setelah berhasil dengan ASUS N43S, saya coba lakukan cara yang sama pada laptop istri, disebabkan laptop Compaq milik istri saya juga sering 'kepanasan'. Setelah cek video di youtube, saya coba bongkar keyboardnya, namun gagal. Bautnya terlalu keras/kencang, sehingga susah dibuka. Saya hanya bermodalkan obeng mini yang panjangnya sekitar 4 atau 5 cm, jadi jari akan berasa perih saat memaksakan memutar obeng untuk membuka baut yang keras. Akhirnya saya urungkan untuk bongkar si Compaq.
Akhirnya saya hanya menyedot lubang-lubang saluran udara dengan vacum cleaner. Saya fokuskan pada saluran udara masuk dan keluar secara bergantian. Saat disedot, muncul serpihan gumpalan debu yang menyangkut pada saluran udara masuk. Saya gunakan jarum untuk mengangkat/mencongkel gumpalan debu itu keluar. Kemudian saya nyalakan laptop untuk membiarkan kipasnya bekerja, setelah itu dimatikan dan disedot lagi untuk memastikan semua debu hilang.
Hasilnya? Alhamdulillah tanpa repot-repot bongkar body laptop, sekarang Compaq Presario milik istri sudah tidak panas seperti biasa, lebih adem meskipun tidak sedingin kulkas.
Apa kesimpulannya?
Jika laptop anda sudah berasa agak panas atau sering overheat, segeralah bersihkan laptop khususnya bagian fan/kipas. Tidak perlu repot-repot bongkar laptop jika anda merasa kesulitan, cukup sedot lubang saluran udara masuk dan udara keluar secara bergantian dan berulang-ulang menggunakan vacum cleaner. Jika terlihat gumpalan debu menyangkut di saluran udara laptop saat anda sedot, keluarkan/congkel dan jangan dibiarkan.
Bersihkan laptop secara rutin, mungkin ada baiknya lakukan per enam bulan sekali.
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat agar laptop kita lebih awet dan ngga risih dengan laptop yang gampang panas. Kalau teman-teman punya pengalaman serupa atau yang lebih baik, boleh di share biar kita sama-sama berbagi ilmu.
Singkat cerita, laptop saya memiliki CPU core i7 dengan 4 core, 8 threads dengan win 7. Sudah beberapa tahun terakhir mengidap penyakit aneh. Kenapa aneh? Karena dua tahun terakhir, hampir setiap kali laptop saya "bekerja keras", atau setelah hibernate dipaksa kerja agak berat, pemakaian CPU 0 langsung naik mendekati 100%, sementara CPU lain (1-7) normal-normal saja. Gejala ini biasanya ditemui saat putar video dengan sering menggeser toggle waktu-video (maju-mundur), saat bermain game, atau saat banyak program yang dibuka bersamaan. Alhasil suhu laptop meningkat dan fan atau kipas menderung bak helikopter mau tancap gas.
Gejala ini sudah dua tahun saya alami namun saya biarkan saja. Biasanya saya solusikan dengan meng-sleep kan laptop. Setelah sleep, biasanya CPU 0 akan kembali normal. Meskipun gejala akan kembali mucul jika saya memaksa laptop kerja keras lagi.
Hingga pada akhirnya kemarin, saat nostalgia bermain Counter Strike (CS), saya mulai terganggu dengan gejala ini, karena membuat video game yang saya mainkan jadi suka nge-lag atau patah-patah dan laptop semakin panas. Akhirnya saya coba gugling masalah ini dan mencoba cari solusinya. Ada berbagai solusi yang saya temui dan saya coba, diantaranya ubah setting scheduller dan dissable sound effect. Setelah mencoba keduanya, masih belum berhasil, CPU 0 masih menunjukkan gejala aneh dan CS tetap nge-lag. Namun, masih ada satu solusi yang belum saya coba yang saya temui di: https://superuser.com/questions/585578/disabling-system-interrupts-in-windows-7-high-cpu-usage-semi-solved
Bongkar ASUS N43S
Solusinya ialah membersihkan laptop dari debu. Awalnya saya ragu untuk mencoba solusi ini, namun karena sudah buntu, akhirnya saya coba. Berbekal video dari youtube, saya coba ikuti tutorial bongkar laptop ASUS N43S. Namun tidak sepenuhnya saya bongkar, hanya keyboard, cover RAM dan cover Hard Disk. FYI untuk laptop saya, fan/kipas dapat diakses langsung dari bawah keyboard. Kemudian saya coba sedot debu-debunya dengan vacum cleaner. Penyedotan saya lakukan di setiap lubang, khusunya lubang saluran udara, baik udara masuk maupun udara keluar secara bolak balik beberapa kali.
Saya coba nyalakan, test main CS, voila! Suhu laptop tidak sepanas biasanya saya main CS. Saya coba mainkan agak lama, diikuti menyalakan video untuk memastikan penyakit laptop saya benar-benar hilang. Alhamdulillah CPU 0 berjalan normal dan kembali sehat. Tidak seperti sebelumnya yang naik ke 100% jika 'dipaksa' kerja. Kemudian saya coba matikan dan bersihkan kembali dengan sedot debu, tisu yang dibasahkan, dan kuas lukis. Setelah memastikan semua bersih, saya pasang dan test fan/kipas nya kembali dengan menyalakan laptop. Alhamdulillah sampai postingan ini dikirim, semua baik-baik saja, dan suhu laptop saya sekarang tidak sepanas biasanya. Sesaat sebelum posting, saya coba main CS setengah jam lebih, dan alhamdulillah CPU 0 engga bandel lagi kayak sebelumnya. Semua core CPU berjalan normal. Selain itu, kinerja CPU ketika tidak bermain video game, juga semakin baik, dibawah 5%. Biasanya cenderung lebih tinggi.
Dugaan saya, mungkin gumpalan debu yang ada di kipas laptop menyebabkan kinerja kipas menurun dan laptop jadi overheat, akhirnya CPU 0 jadi bergejala 'aneh'.
Bongkar Compaq Presario V3700
Setelah berhasil dengan ASUS N43S, saya coba lakukan cara yang sama pada laptop istri, disebabkan laptop Compaq milik istri saya juga sering 'kepanasan'. Setelah cek video di youtube, saya coba bongkar keyboardnya, namun gagal. Bautnya terlalu keras/kencang, sehingga susah dibuka. Saya hanya bermodalkan obeng mini yang panjangnya sekitar 4 atau 5 cm, jadi jari akan berasa perih saat memaksakan memutar obeng untuk membuka baut yang keras. Akhirnya saya urungkan untuk bongkar si Compaq.
Akhirnya saya hanya menyedot lubang-lubang saluran udara dengan vacum cleaner. Saya fokuskan pada saluran udara masuk dan keluar secara bergantian. Saat disedot, muncul serpihan gumpalan debu yang menyangkut pada saluran udara masuk. Saya gunakan jarum untuk mengangkat/mencongkel gumpalan debu itu keluar. Kemudian saya nyalakan laptop untuk membiarkan kipasnya bekerja, setelah itu dimatikan dan disedot lagi untuk memastikan semua debu hilang.
Hasilnya? Alhamdulillah tanpa repot-repot bongkar body laptop, sekarang Compaq Presario milik istri sudah tidak panas seperti biasa, lebih adem meskipun tidak sedingin kulkas.
Apa kesimpulannya?
Jika laptop anda sudah berasa agak panas atau sering overheat, segeralah bersihkan laptop khususnya bagian fan/kipas. Tidak perlu repot-repot bongkar laptop jika anda merasa kesulitan, cukup sedot lubang saluran udara masuk dan udara keluar secara bergantian dan berulang-ulang menggunakan vacum cleaner. Jika terlihat gumpalan debu menyangkut di saluran udara laptop saat anda sedot, keluarkan/congkel dan jangan dibiarkan.
Bersihkan laptop secara rutin, mungkin ada baiknya lakukan per enam bulan sekali.
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat agar laptop kita lebih awet dan ngga risih dengan laptop yang gampang panas. Kalau teman-teman punya pengalaman serupa atau yang lebih baik, boleh di share biar kita sama-sama berbagi ilmu.
Rabu, 03 Januari 2018
Dunia Yang Kita Perebutkan
Malam ini, selepas sholat Isya, saya bercengkerama sedikit dengan istri.
Istri: Bang, lapar...
Saya: Hmm, makan hanya untuk orang2 lemah...
Sedikit flash back, candaan seperti diatas saya dapat dari Dennis, temen di ILCS dulu. Ini terjadi ketika saya ngajakin doi makan siang. Lebih kurang dialognya seperti ini:
Nah, jadi ceritanya, malam ini, setelah candaan tentang makan, saya sampaikan ke istri tentang betapa lemahnya manusia. Bahkan dengan rasa lapar aja, kita lemah, apalagi dengan kebutuhan oksigen.
Sekuat apapun manusia, jikalau lapar pasti akan jadi lemah. Sepintar apapun manusia jikalau lapar, pasti lemah. Bayangkan seorang Mike Tyson, jika sebelum Fight, dia ngga dikasih makan lima hari berturut2, jangankan untuk menang KO, mungkin untuk duduk pun dia ngga sanggup. Atau seorang mahasiswa yang cerdas, pintar, langganan cumlaude tiap semester, jika sebelum UAS dia nggak makan selama tiga hari berturut2.... Ya, nggak usah dibayangin lah ya, serem soalnya ngebayangin orang nggak makan berhari2 kayak orang yang nyasar di gurun sahara, lemes kehausan.
Lebih-lebih lagi dengan udara. Malam ini saya berandai-andai dengan istri. Coba bayangkan, jika Allah SWT menghilangkan udara di Bumi ini, 10 menit saja, kemudian Ia kembalikan lagi udara itu ke Bumi, kira2 berapa banyak manusia yang tersisa?
Sembari bercanda, jawaban kami: Ya mungkin hanya tertinggal orang2 sakit yang lagi dirawat pake tabung oksigen; Atau penyelam yang lagi make tabung oksigen juga; Atau orang-orang di gua atau yang lagi gali terowongan yang mereka kebetulan juga lagi pake tabung oksigen; Atau orang-orang di stasiun luar angkasa.
Jika ini benar-benar terjadi, mungkin dalam satu provinsi hanya tertinggal beberapa ratus orang saja. Lebih jauh lagi, kami coba membayangkan, jika Allah SWT menghilangkan manusia di Bumi untuk menjaga kelestarian Bumi, kira-kira apa yang akan terjadi?
Bayangkan jika suatu hari, 99,999% manusia benar2 dihilangkan seketika dari muka Bumi. Bayangkan jika dalam sekejap, HANYA kita, keluarga kita, dan segelintir orang di berbagai penjuru Bumi yang tersisa. Apa yang akan terjadi?
Kita akan melihat lingkungan tempat tinggal kita sepi dan sunyi. Kita mulai mendengar suara kicauan burung. Suara deru angin, daun dan dahan yang tertiup angin. Suara-suara ini semakin lama semakin terdengar jelas. Tidak lagi terdengar suara mesin-mesin kendaraan lalu lalang di depan rumah. Tidak ada lagi orang-orang berlalu lalang. Mall, toko, dan pasar terlihat begitu sepi dan sunyi. Rumah-rumah tak lagi berpenghuni.
Bayangkan kita yang masih terpana, mencoba berkeliling. Kita nyalakan kendaraan kita, suara mesinnya terdengar begitu jelas. Kita berkeliling. Mungkin kita akan menemukan jalan-jalan yang begitu sepi atau mungkin akan kita temukan kendaraan2 terparkir di tengah jalan namun tak bertuan. Terlihat mall-mall begitu sepi. Supermarket penuh dengan makanan dan kebutuhan sehari-hari, namun tak satu orang pun ada di dalamnya. Toko perhiasan sunyi, tidak ada penjaga tidak ada pembeli.
Mungkin, hal pertama yang akan kita lakukan setelah kita terlepas dari keterpanaan, kita akan bereksplorasi dan menjarah. Menjarah untuk bertahan hidup satu atau dua tahun kedepan. Karena jual beli tidak lagi ada dalam waktu dekat. Restoran, warteg, dan warung nasi padang, tidak akan menyediakan makanan untuk kita. Sudah tidak ada yang memasak. Uang tidak lagi berlaku
Ya, ini dia, uang tidak lagi berlaku. Apapun yang kita inginkan, tinggal ambil di toko. Tidak ada yang jaga, tidak ada manusia. Tanah-tanah kosong tidak lagi berpunya. Rumah-rumah tidak ada pemiliknya. Banyak rumah kosong, kita tinggal pilih. Banyak tanah kosong, kita tinggal pakai. Jual beli sudah tidak ada. Perhiasan, banyak sekali, tertinggal di toko2. Tapi kita sudah tidak butuh. Perhiasan tidak lagi menarik, bahkan mungkin kita bosan melihatnya. Mungkin, semua kembali seperti zaman dulu, seperti zaman-zaman awal kehidupan manusia, dimana hal utama yang dibutuhkan manusia, selain udara, ialah makan.
Lalu, coba kita lihat kehidupan kita saat ini, orang-orang sibuk dengan perhiasan dunia yang tak seberapa. Mereka kesal ketika uang 100rb hilang, atau dirobek anak-anak mereka. Mereka risih ketika melihat rekan-rekan mereka sudah mulai mencicil rumah atau mobil. Mereka bersusah-susah untuk memiliki rumah, kendaraan dll. Mereka bersusah-susah mengumpulkan rupiah untuk membeli sepetak tanah sebagai investasi. Mereka berebut menabung emas, mereka berebut mencicil rumah, mereka berebut perhiasan dunia yang tak seberapa.
Mereka kah? atau Kita?
Bayangkan ketika harta tidak lagi berharga, ketika tanah yang luas tidak ada nilainya, apakah kemudian yang kita cari?
Allah SWT mungkin tidak akan menghilangkan sebagian besar manusia di Bumi ini, hanya untuk menunjukkan pada kita bahwa harta itu sesungguhnya tidak bernilai. Bahwa sesungguhnya rupiah dan emas itu tidak berharga di sisi Nya. Tapi satu yang pasti, suatu saat kematian akan menunjukkannya kepada kita. Bahwa apapun yang kita miliki, apapun yang kita cari dan kita usahakan, tak ada satupun yang berharga dan bernilai, kecuali 'amalan kita di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memberi kita hidayah agar senantiasa istiqomah untuk berpegang teguh pada tali (agama) Nya. Aamiin.
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. [Al-‘Ankabût/29: 64]
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. Shahih: HR. Muslim, no. 2957
Istri: Bang, lapar...
Saya: Hmm, makan hanya untuk orang2 lemah...
Sedikit flash back, candaan seperti diatas saya dapat dari Dennis, temen di ILCS dulu. Ini terjadi ketika saya ngajakin doi makan siang. Lebih kurang dialognya seperti ini:
Saya: Den, lo makan ga?
Dennis: Makan? Makan cuma buat orang2 lemmahh!
Saya: Haha, oke oke, berarti lo jangan makan ya
Dennis: Ya gw makan lah bib, gw kan lemah, wkwk
Saya: Zzzz
Dennis: Semua manusia lemah, kalo ada manusia yang kuat ga makan, ya silakan aja wkwk
p.s: sorry ya Den kalo narasi/dialognya salah wkwk
Nah, jadi ceritanya, malam ini, setelah candaan tentang makan, saya sampaikan ke istri tentang betapa lemahnya manusia. Bahkan dengan rasa lapar aja, kita lemah, apalagi dengan kebutuhan oksigen.
Sekuat apapun manusia, jikalau lapar pasti akan jadi lemah. Sepintar apapun manusia jikalau lapar, pasti lemah. Bayangkan seorang Mike Tyson, jika sebelum Fight, dia ngga dikasih makan lima hari berturut2, jangankan untuk menang KO, mungkin untuk duduk pun dia ngga sanggup. Atau seorang mahasiswa yang cerdas, pintar, langganan cumlaude tiap semester, jika sebelum UAS dia nggak makan selama tiga hari berturut2.... Ya, nggak usah dibayangin lah ya, serem soalnya ngebayangin orang nggak makan berhari2 kayak orang yang nyasar di gurun sahara, lemes kehausan.
Lebih-lebih lagi dengan udara. Malam ini saya berandai-andai dengan istri. Coba bayangkan, jika Allah SWT menghilangkan udara di Bumi ini, 10 menit saja, kemudian Ia kembalikan lagi udara itu ke Bumi, kira2 berapa banyak manusia yang tersisa?
Sembari bercanda, jawaban kami: Ya mungkin hanya tertinggal orang2 sakit yang lagi dirawat pake tabung oksigen; Atau penyelam yang lagi make tabung oksigen juga; Atau orang-orang di gua atau yang lagi gali terowongan yang mereka kebetulan juga lagi pake tabung oksigen; Atau orang-orang di stasiun luar angkasa.
Jika ini benar-benar terjadi, mungkin dalam satu provinsi hanya tertinggal beberapa ratus orang saja. Lebih jauh lagi, kami coba membayangkan, jika Allah SWT menghilangkan manusia di Bumi untuk menjaga kelestarian Bumi, kira-kira apa yang akan terjadi?
Bayangkan jika suatu hari, 99,999% manusia benar2 dihilangkan seketika dari muka Bumi. Bayangkan jika dalam sekejap, HANYA kita, keluarga kita, dan segelintir orang di berbagai penjuru Bumi yang tersisa. Apa yang akan terjadi?
Kita akan melihat lingkungan tempat tinggal kita sepi dan sunyi. Kita mulai mendengar suara kicauan burung. Suara deru angin, daun dan dahan yang tertiup angin. Suara-suara ini semakin lama semakin terdengar jelas. Tidak lagi terdengar suara mesin-mesin kendaraan lalu lalang di depan rumah. Tidak ada lagi orang-orang berlalu lalang. Mall, toko, dan pasar terlihat begitu sepi dan sunyi. Rumah-rumah tak lagi berpenghuni.
Ilustrasi: foto suasana kota London saat sepi
Mungkin, hal pertama yang akan kita lakukan setelah kita terlepas dari keterpanaan, kita akan bereksplorasi dan menjarah. Menjarah untuk bertahan hidup satu atau dua tahun kedepan. Karena jual beli tidak lagi ada dalam waktu dekat. Restoran, warteg, dan warung nasi padang, tidak akan menyediakan makanan untuk kita. Sudah tidak ada yang memasak. Uang tidak lagi berlaku
Ya, ini dia, uang tidak lagi berlaku. Apapun yang kita inginkan, tinggal ambil di toko. Tidak ada yang jaga, tidak ada manusia. Tanah-tanah kosong tidak lagi berpunya. Rumah-rumah tidak ada pemiliknya. Banyak rumah kosong, kita tinggal pilih. Banyak tanah kosong, kita tinggal pakai. Jual beli sudah tidak ada. Perhiasan, banyak sekali, tertinggal di toko2. Tapi kita sudah tidak butuh. Perhiasan tidak lagi menarik, bahkan mungkin kita bosan melihatnya. Mungkin, semua kembali seperti zaman dulu, seperti zaman-zaman awal kehidupan manusia, dimana hal utama yang dibutuhkan manusia, selain udara, ialah makan.
Lalu, coba kita lihat kehidupan kita saat ini, orang-orang sibuk dengan perhiasan dunia yang tak seberapa. Mereka kesal ketika uang 100rb hilang, atau dirobek anak-anak mereka. Mereka risih ketika melihat rekan-rekan mereka sudah mulai mencicil rumah atau mobil. Mereka bersusah-susah untuk memiliki rumah, kendaraan dll. Mereka bersusah-susah mengumpulkan rupiah untuk membeli sepetak tanah sebagai investasi. Mereka berebut menabung emas, mereka berebut mencicil rumah, mereka berebut perhiasan dunia yang tak seberapa.
Mereka kah? atau Kita?
Bayangkan ketika harta tidak lagi berharga, ketika tanah yang luas tidak ada nilainya, apakah kemudian yang kita cari?
Allah SWT mungkin tidak akan menghilangkan sebagian besar manusia di Bumi ini, hanya untuk menunjukkan pada kita bahwa harta itu sesungguhnya tidak bernilai. Bahwa sesungguhnya rupiah dan emas itu tidak berharga di sisi Nya. Tapi satu yang pasti, suatu saat kematian akan menunjukkannya kepada kita. Bahwa apapun yang kita miliki, apapun yang kita cari dan kita usahakan, tak ada satupun yang berharga dan bernilai, kecuali 'amalan kita di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memberi kita hidayah agar senantiasa istiqomah untuk berpegang teguh pada tali (agama) Nya. Aamiin.
***
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. [Al-‘Ankabût/29: 64]
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. Shahih: HR. Muslim, no. 2957
Seandainya dunia di sisi Allâh sebanding dengan sayap nyamuk, maka Dia tidak memberi minum sedikit pun darinya kepada orang kafir. Shahih: HR. At-Tirmidzi, no. 2320 dan Ibnu Mâjah, no. 4110 dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu anhu. Lafazh ini milik at-Tirmidzi.
"Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
"Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Rabbmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS.Thâhâ/20: 131]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munaafiqun: 9).
Sumber: https://www.syahida.com/2016/07/03/5092/sesungguhnya-istri-anak-dan-harta-hanyalah-ujian-untukmu/#ixzz56UlhMCH8
Follow us: @syahidacom on Twitter | syahidacom on Facebook
Gambar:
http://aidadolken.blogspot.co.id/2014/01/mengintip-jalanan-di-london-yang-sepi.html
Quran/ hadist:
Sumber: https://www.syahida.com/2016/07/03/5092/sesungguhnya-istri-anak-dan-harta-hanyalah-ujian-untukmu/#ixzz56UlhMCH8
Follow us: @syahidacom on Twitter | syahidacom on Facebook
Gambar:
http://aidadolken.blogspot.co.id/2014/01/mengintip-jalanan-di-london-yang-sepi.html
Quran/ hadist:
https://muslim.or.id/6822-tak-lebih-berharga-dari-sehelai-sayap-nyamuk.html
p.s: mohon dimaafkan jika ada kata, kalimat, atau ejaan yang salah, maklum posting malam-malam, agak ngantuk :p
p.s: mohon dimaafkan jika ada kata, kalimat, atau ejaan yang salah, maklum posting malam-malam, agak ngantuk :p
Minggu, 16 April 2017
Jumat, 17 Maret 2017
Al Kahfi - 110
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
https://quran.com/18
Rabu, 27 Juli 2016
It's Only Words
Ini ngga ada hubungan dengan perasaan. Cuma lagunya enak di dengar :)
Words by Boyzone:
"Words" is a song by the Bee Gees, written by Barry, Robin & Maurice Gibb
https://en.wikipedia.org/wiki/Words_(Bee_Gees_song)
Words by Boyzone:
"Words" is a song by the Bee Gees, written by Barry, Robin & Maurice Gibb
https://en.wikipedia.org/wiki/Words_(Bee_Gees_song)
Minggu, 22 Mei 2016
About Life
Ada tiga hal yang kupelajari dari hidup:
Tanggung Jawab kita besar, Waktu kita sedikit, dan Godaan kita banyak.
Tiga hal ini yang saling terkait dan mengikat kita dalam hidup. Saya coba list sedikit tanggung jawab yang saat ini terlintas di pikiran saya:
Sebagai manusia, kita punya tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari keluarga, kita punya tanggung jawab terhadap keluarga.
Sebagai manusia yang dititipkan harta, kita punya tanggung jawab terhadap harta
Sebagai pihak yang diberikan waktu oleh Allah, kita punya tanggung jawab terhadap waktu
Kita juga punya tanggung jawab untuk menggali dan menimba ilmu, khususnya ilmu agama.
Dan semua itu dirangkum menjadi tanggung jawab kita sebagai ciptaan Allah dalam kewajiban kita untuk menyembah, beriman, dan bertaqwa kepada-Nya.
Tanggung jawab yang besar dan waktu yang sempit. Kira-kira berapa umur kita? Rasulullah SAW dititipkan usia 63 tahun. Jika kita berpatokan pada angka tersebut, dengan asumsi rata-rata usia kita 60an tahun, maka pertanyaannya, apakah 60 tahun itu waktu yang cukup? Coba kita buka Al Quran, ada sekitar 6000 ayat yang harus kita pelajari, karena inilah pedoman hidup bukan? Maka sewajarnya, agar bisa hidup sesuai koridor yang diajarkan islam, maka 6000 ayat ini sudah seharusnya kita kuasai. Apakah itu cukup? Belum, masih ada ribuan hadist yang mesti kita pelajari, karena ada dua sebab diterimanya sebuah amal, i'tibar dan ikhlas. I'tibar dimana kita harus mengikuti sunnah dan contoh yang diberikan Rasulullah SAW dalam menunaikan setiap ibadah.
Well, waktu belajar juga mesti kita imbangi dengan mempelajari ilmu-ilmu berkaitan dengan dunia seperti yang telah sebagian besar kita tempuh, mulai dari bangku SD hingga bangku kuliah. Sedikit saya singgung, adanya, waktu belajar kita lebih banyak yang terbalik, waktu yang kita habiskan untuk mempelajari ilmu duniawi lebih banyak dibandingkan ilmu agama. Termasuk saya.
Itu baru dari segi tanggung jawab belajar. Belum lagi tanggung jawab - tanggung jawab lain yang membebani pundak seperti sedikit yang saya sebutkan di awal tadi.
Nah, dengan waktu yang sedikit dan tanggung jawab yang besar ini, kita dibebankan lagi dengan godaan yang begitu banyak. TV, internet, film, lebih-lebih kasur menjadi godaan yang begitu besar untuk mengalihkan penggunaan waktu kita menjadi sia-sia. Bukan tidak mungkin (asumsikan) 60 tahun kita hidup, lebih banyak waktu yang kita sia-siakan ketimbang yang kita manfaatkan. Padahal hakikatnya dunia ini adalah tempat singgah dan berbekal untuk perjalanan kita yang lebih panjang. Panjang? Iyap, bahkan manusia-manusia dari zaman nabi adam as pun sampai saat ini masih menunggu hari berbangkit. Dan bisa jadi kita yang mati kelak, akan menunggu ribuan tahun lagi, Wallahu'alam. Dan setelah dibangkitkan, masih ada tahapan proses yang begitu panjang -yang bisa anda pelajari sendiri- hingga akhirnya nanti -semoga- kita beristirahat di syurga (aamiin).
Kesimpulannya? Percayalah kita tidak akan selamat jika mengandalkan kemampuan sendiri.
Lebih kurang, seorang ustad pernah mencoba memaknai surah Al Fatihah sebagai berikut:
(1) Awali semua dengan menyebut asma Allah. Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(2) Segala puji hanya milik Allah. Maka selayaknya tidak ada puja dan puji bagi selain Allah, yaitu Tuhan seluruh alam.
(3) Allah tegaskan sekali lagi bahwa Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(4) Tapi ingat, akan ada hari pembalasan dimana semua amal akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya
(5) Maka, sembahlah Ia dan mintalah pertolongan pada-Nya
(6) Mintalah agar Allah menunjukkan jalan yang lurus
(7) Apa itu jalan yang lurus? Yaitu jalan orang-orang yang diberi Nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Arrohmanirrahim -
Iyya kanasta'in, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan. Inilah jawabannya. Dengan tanggung jawab yang besar, waktu yang sempit dan godaan yang begitu banyak, niscaya kita tidak akan selamat untuk hidup di dunia dan di akhirat kelak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Karena sesungguhnya:
Maka, mintalah pertolongan Allah agar Ia menunjukkan jalan yang lurus. Agar, dengan segala keterbatasan kita, kelak semoga dengan pertolongan Allah, kita diberikan keselamatan dan kebaikan hidup di dunia dan juga di akhirat. Aamiin
Tanggung Jawab kita besar, Waktu kita sedikit, dan Godaan kita banyak.
Tiga hal ini yang saling terkait dan mengikat kita dalam hidup. Saya coba list sedikit tanggung jawab yang saat ini terlintas di pikiran saya:
Sebagai manusia, kita punya tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari keluarga, kita punya tanggung jawab terhadap keluarga.
Sebagai manusia yang dititipkan harta, kita punya tanggung jawab terhadap harta
Sebagai pihak yang diberikan waktu oleh Allah, kita punya tanggung jawab terhadap waktu
Kita juga punya tanggung jawab untuk menggali dan menimba ilmu, khususnya ilmu agama.
Dan semua itu dirangkum menjadi tanggung jawab kita sebagai ciptaan Allah dalam kewajiban kita untuk menyembah, beriman, dan bertaqwa kepada-Nya.
Tanggung jawab yang besar dan waktu yang sempit. Kira-kira berapa umur kita? Rasulullah SAW dititipkan usia 63 tahun. Jika kita berpatokan pada angka tersebut, dengan asumsi rata-rata usia kita 60an tahun, maka pertanyaannya, apakah 60 tahun itu waktu yang cukup? Coba kita buka Al Quran, ada sekitar 6000 ayat yang harus kita pelajari, karena inilah pedoman hidup bukan? Maka sewajarnya, agar bisa hidup sesuai koridor yang diajarkan islam, maka 6000 ayat ini sudah seharusnya kita kuasai. Apakah itu cukup? Belum, masih ada ribuan hadist yang mesti kita pelajari, karena ada dua sebab diterimanya sebuah amal, i'tibar dan ikhlas. I'tibar dimana kita harus mengikuti sunnah dan contoh yang diberikan Rasulullah SAW dalam menunaikan setiap ibadah.
Well, waktu belajar juga mesti kita imbangi dengan mempelajari ilmu-ilmu berkaitan dengan dunia seperti yang telah sebagian besar kita tempuh, mulai dari bangku SD hingga bangku kuliah. Sedikit saya singgung, adanya, waktu belajar kita lebih banyak yang terbalik, waktu yang kita habiskan untuk mempelajari ilmu duniawi lebih banyak dibandingkan ilmu agama. Termasuk saya.
Itu baru dari segi tanggung jawab belajar. Belum lagi tanggung jawab - tanggung jawab lain yang membebani pundak seperti sedikit yang saya sebutkan di awal tadi.
Nah, dengan waktu yang sedikit dan tanggung jawab yang besar ini, kita dibebankan lagi dengan godaan yang begitu banyak. TV, internet, film, lebih-lebih kasur menjadi godaan yang begitu besar untuk mengalihkan penggunaan waktu kita menjadi sia-sia. Bukan tidak mungkin (asumsikan) 60 tahun kita hidup, lebih banyak waktu yang kita sia-siakan ketimbang yang kita manfaatkan. Padahal hakikatnya dunia ini adalah tempat singgah dan berbekal untuk perjalanan kita yang lebih panjang. Panjang? Iyap, bahkan manusia-manusia dari zaman nabi adam as pun sampai saat ini masih menunggu hari berbangkit. Dan bisa jadi kita yang mati kelak, akan menunggu ribuan tahun lagi, Wallahu'alam. Dan setelah dibangkitkan, masih ada tahapan proses yang begitu panjang -yang bisa anda pelajari sendiri- hingga akhirnya nanti -semoga- kita beristirahat di syurga (aamiin).
Kesimpulannya? Percayalah kita tidak akan selamat jika mengandalkan kemampuan sendiri.
(1) Awali semua dengan menyebut asma Allah. Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(2) Segala puji hanya milik Allah. Maka selayaknya tidak ada puja dan puji bagi selain Allah, yaitu Tuhan seluruh alam.
(3) Allah tegaskan sekali lagi bahwa Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(4) Tapi ingat, akan ada hari pembalasan dimana semua amal akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya
(5) Maka, sembahlah Ia dan mintalah pertolongan pada-Nya
(6) Mintalah agar Allah menunjukkan jalan yang lurus
(7) Apa itu jalan yang lurus? Yaitu jalan orang-orang yang diberi Nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Arrohmanirrahim -
Iyya kanasta'in, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan. Inilah jawabannya. Dengan tanggung jawab yang besar, waktu yang sempit dan godaan yang begitu banyak, niscaya kita tidak akan selamat untuk hidup di dunia dan di akhirat kelak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Karena sesungguhnya:
Maka, mintalah pertolongan Allah agar Ia menunjukkan jalan yang lurus. Agar, dengan segala keterbatasan kita, kelak semoga dengan pertolongan Allah, kita diberikan keselamatan dan kebaikan hidup di dunia dan juga di akhirat. Aamiin
Senin, 11 April 2016
Senin, 28 Maret 2016
Nahkoda
Satu persatu kapal berlayar
Nahkoda-nahkoda tangguh
Dibersamai kru nan handal
Jangkar diangkat, layar dikembang
Teman, sahabat, bahkan saudara
Mulai meninggalkan dermaga
Kami melepas mereka dengan suka cita
Meski kadang perpisahan mengharu
Perjalanan panjang menanti
Tak sedikit kapal yang karam
Tak sedikit Nahkoda yang tumbang
Umurku muda, pengalaman pun tiada
Samudra begitu keras dan bekalku teramat minim
Kubulatkan tekad
Aku harus bersiap
Bukan karena tersaingi
Bukan pula karena dermaga ini kian sepi
Tapi inilah hakikat kami sebagai lelaki
Kadang,
Ingin rasanya aku berdiam disini
Di dermaga yang kian sepi
Bersenandung memperbaiki diri
Ah Tuhan,
Andai aku bisa lebih lama disini
Tapi...
Waktunya pasti akan tiba
Disaat aku menjadi Nahkoda
Maka bahtera ini bernama keluarga
Dan syurga adalah tujuan akhirnya
Selasa, 26 Januari 2016
Harga Sebuah Komitmen
Definisi Komitmen
Hidup manusia biasanya tak lepas dari komitmen. Setiap kita, siapapun kita, pasti pernah membuat sebuah komitmen terhadap sesuatu atau komitmen untuk melakukan sesuatu, baik itu komitmen pada diri kita sendiri maupun orang lain. Kata komitmen sendiri merupakan serapan dari bahasa inggris yang artinya:
"a willingness to give your time and energy to something that you believe in, or a promise or firm decision to do something"
Jika diartikan, maka, komitmen merupakan "sebuah kemauan/kesediaan untuk memberikan waktu dan tenaga untuk sesuatu yang kita percaya atau janji atau keputusan perusahaan untuk melakukan sesuatu". Secara sederhana KBBI mengartikannya sebagai "perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu". Dari sini dapat disimpulkan bahwa komitmen ialah kesediaan untuk memberikan waktu dan tenaga dalam rangka memenuhi janji. Namun, perlu diketahui bahwa janji tidak melulu diutarakan dengan kata-kata "janji". "Besok kita ketemu disini jam 7, ya", ucapan sederhana, namun ini merupakan salah satu contoh dari janji, dimana kita harus berkomitmen untuk memenuhinya.
Tipikal Manusia dalam Berkomitmen
Baik, disini saya akan menjelaskan bagaimana pentingnya berkomitmen dan karakter manusia dalam berkomitmen, menurut pandangan saya. Saya contohkan dengan ilustrasi berikut:
Ada dua orang sahabat, Ayu dan Lala, yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Di akhir pekan, hari sabtu sepulang sekolah, keduanya sepakat untuk berenang bersama besok sore. Kebetulan, Ayu sangat suka main air. Namun, sayangnya, setibanya dirumah, orang tua Ayu telah membuat rencana untuk shopping keluarga di waktu yang sama. Sebenarnya, Ayu bukan tipe anak yang suka shopping, namun, orang tua Ayu merupakan tipikal yang keras kepala dan agak susah diajak bernegosiasi. Nah, dari kejadian ini, berikut beberapa contoh sikap yang mungkin diambil Ayu yang dapat kita jadikan sebagai refleksi.
1. Ayu paham karakter orang tuanya yang keras kepala, akhirnya ia memutuskan untuk ikut orang tuanya, tanpa bernegosiasi sedikitpun. Ayu yakin, keluarga lebih penting daripada teman. "Mungkin, Lala bisa berenang sendirian, atau pulang ke rumah setelah lelah menunggu beberapa menit", gumam Ayu. "Aku yakin, kalau lusa nanti kujelaskan, Lala pasti paham, aku tidak datang kan ada alasannya", pikir Ayu.
2. Ayu mencoba untuk bernegosiasi dengan orang tuanya, mengutarakan bahwa dia sudah membuat janji dengan sahabatnya. Sayangnya gagal. Bahkan sampai Ayu dibentak oleh Papanya karena tidak mau menuruti kata orang tua. Ia pun menyerah dan mengalah untuk tetap ikut shopping. Ayu mencoba berfikir positif, "Ya gapapa deh ga jadi renang, jalan-jalan dengan keluarga tentu tidak ada ruginya, toh patuh dengan orang tua, lebih utama", pikir Ayu. Disini, Ayu merasa ia berkorban demi keluarganya.
3. Sejak sabtu sore, Ayu berusaha membujuk kedua orang tuanya. Ia coba dekati ibunya, mengutarakan maksud hatinya, namun tetap ditolak. "Keluarga lebih penting", kata sang Ibu. "Lagian pasti akan terasa ada yang kurang dong kalau kamu nggak ikut", tambah si Ibu. Malam hari, Ayu berusaha kembali mendekati Ibunya. Seusai makan malam, Ia coba pasang muka manja. Sambil memijit pundak sang Ibu, Ayu kembali berusaha bernegosiasi, namun masih gagal. Berulang kali Ayu mencoba membujuk kedua orang tuanya. Dari sekedar mengutarakan niat, hingga merayu ia usahakan. Bahkan ia beranikan beberapa kali bermanja dengan si ayah yang keras kepala untuk membujuknya. Meski belasan kali usahanya ditolak, namun akhirnya, minggu siang, keluarganya pun mengizinkan.
4. Ayu berusaha bernegosiasi dengan kedua orang tuanya, mengutarakan bahwa ia sudah punya janji lain, namun gagal. Akhirnya minggu siang, Ayu kabur diam-diam sambil berpesan kepada adiknya, bahwa ia akan pulang malam.
Orang-Orang Yang Tidak Berkomitmen
Dari keempat skenario diatas, kita bisa pahami beberapa gambaran karakter Ayu yang berbeda, yang mungkin bisa kita refleksikan pada diri kita. Pada dua skenario pertama, terlihat bahwa Ayu akhirnya memutuskan untuk tidak pergi berenang, singkat kata, Ayu tidak komitmen. Mungkin Ayu merasa tidak akan ada masalah dengan Lala. Mungkin Ayu menganggap ini adalah hal sepele. Ia yakin Lala bisa paham kondisi yang ia hadapi. Ia pun yakin Lala akan pulang setelah menunggu beberapa menit. Tapi bagaimana jika itu tidak terjadi. Bagaimana jika Lala malah membenci Ayu dengan sikapnya yang seperti ini? Atau bagaimana jika Lala ternyata yakin bahwa Ayu akan datang dan menunggunya hingga menjelang malam?
Kita tidak tahu akibat apa yang dirasakan oleh orang yang kita langgar komitmen dengannya. Mungkin kita merasa dia akan baik-baik saja dan semua akan baik-baik saja. Namun, bisa jadi dugaan kita salah.
Bisa jadi Lala juga sangat ingin berenang bersama Ayu, hingga ia keluarkan effort yang mungkin tidak diduga Ayu, agar bisa berenang bersama.
Bisa jadi Lala bela-belain membongkar tabungannya, membujuk orang tuanya membeli peralatan renang secepatnya, namun Ayu tak datang.
Bisa jadi juga, Lala bela-belain membatalkan janjinya dengan orang lain sebelum mengajak Ayu berenang.
Sekali lagi, kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan oleh orang yang kita langgar komitmen dengannya. Orang-orang yang tidak berkomitmen, tidak berusaha memegang komitmen, pada akhirnya akan merugikan dan melukai orang-orang disekitarnya. Mungkin ia merasa dirinya akan baik-baik saja. Namun belum tentu dengan orang lain yang ia berikan janji. Orang-orang seperti ini cenderung egois dan egosentris. Kadang mereka berfikir, jika melanggar komitmen, maka akan lebih banyak manfaat dibanding keburukan, bagi ia dan orang-orang disekitarnya. Tapi dengan keputusan ini, ia rela mengorbankan orang lain bahkan sahabatnya. Seperti kasus Ayu, ia berfikir bahwa dirinya telah berkorban demi keluarga. Namun, sebaliknya, yang Ia korbankan justru adalah sahabatnya dan kepercayaan sahabatnya. Ia merasa semua orang akan paham dengan situasi dan kondisi yang ia hadapi, bahkan tak jarang ia memaksakan agar orang lain bisa memahami itu. Maka disini kita paham, bukanlah ciri orang yang berkomitmen, yang dengan mudahnya mengkambinghitamkan keadaan dan situasi sebagai alasan melanggar janji.
Orang-Orang Yang Berusaha Memegang Komitmen
Sekarang, coba kita lihat skenario ke tiga dan ke empat. Disini terlihat bahwa Ayu berusaha untuk melaksanakan apa yang telah ia ucapkan. Di skenario ketiga, meskipun sulit, Ayu tetap berusaha pelan-pelan membujuk kedua orang tuanya. Bahkan, ia mencoba melunakkan sikapnya pada ayahnya untuk memperoleh perhatiannya. Berbagai cara ia lakukan dalam membujuk orang tuanya. Meski berkali-kali ditolak, tapi ia tetap tidak menyerah, karena ia yakin komitmen yang ia buat tidaklah salah.
Berbeda dengan skenario ke empat, sifat Ayu cenderung keras. Ia tidak coba kesampingkan keharusan orang tua untuk ikut shopping keluarga yang menurutnya tidak punya dasar. Akhirnya ia pun memutuskan untuk kabur karena ia yakin, janji lebih utama dan ia punya hak menolak ajakan orang tuanya yang hanya sekedar untuk shopping, namun tidak digubris oleh mereka. Beberapa tipe orang-orang yang memegang komitmen, ada yang seperti ini. Dimana komitmen adalah yang nomor satu dibanding yang lain. Mereka bahkan tidak melihat celah untuk melanggar komitmen.
Kedua skenario terakhir menunjukkan bahwa, untuk bisa menjadi pribadi yang berkomitmen, tidaklah harus melawan atau membangkang, terlebih pada orang tua. Bisa dengan cara membujuk dan merayu. Namun cara ini pasti lebih lama dan lebih sulit karena butuh kesabaran ekstra, terlebih jika berhadapan dengan orang yang keras kepala. Namun yakinlah, sekeras-kerasnya batu, pasti suatu saat akan hancur juga dengan tetesan-tetesan air. Asalkan kita sabar, dan mau berusaha, pasti Allah akan memberikan jalan.
Ketika kita sudah berkomitmen, maka lakukanlah. Jika ada hal lain yang membuat kita tidak bisa commit, maka tetaplah usahakan semaksimal mungkin untuk commit, karena pasti selalu ada cara untuk menepati janji jika kita mau berusaha. Atau jika datang ajakan lain yang membuat kita harus membatalkan komitmen, maka tolaklah, terlebih ketika kita memang punya hak untuk menolak.
Orang-orang yang senantiasa berkomitmen, tentu akan disenangi dan membuat nyaman orang-orang disekitarnya.
Orang-orang seperti inilah yang mampu memberikan jaminan kepada diri kita ketika kita mengikrar janji dengannya.
Orang-orang seperti inilah yang memberikan jaminan ketenangan pada hati kita, sebuah jaminan tak tertulis, bahwa kita tidak akan dikecewakan, di masa depan :)
Gambar2 diambil dari sini: http://quotesgram.com/commitment-quotes/
PS: Quote nya bagus2 :D
Gambar2 diambil dari sini: http://quotesgram.com/commitment-quotes/
PS: Quote nya bagus2 :D
Kamis, 21 Januari 2016
Sekilas Tentang Depresi
Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.
Semua orang pernah merasa sedih, tapi ketika kita mengalami depresi, suasana hati yang sedih berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kondisi ini akan sangat memengaruhi perasaan, perilaku, dan pola berpikir Anda.
Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.
Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.
Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang mengalami depresi di dunia. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.
Terdapat hampir satu juta orang di dunia melakukan bunuh diri akibat depresi. Diperkirakan dari dua puluh orang yang berniat untuk melakukan bunuh diri, satu orang dari mereka berakhir tewas.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologi yang muncul akibat depresi:
- Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
- Merasa bersedih secara berkepanjangan.
- Mudah merasa cemas.
- Merasa hidup tidak ada harapan.
- Mudah menangis.
- Merasa sangat bersalah.
- Tidak percaya diri.
- Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
- Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV - Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika: Lima (atau lebih) gejala di bawah telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.
- Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti ingin menangis).
- Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
- Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)
- Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
- Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan kegelisahan atau merasa lambat)
- Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari
- Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar(bisa merupakan delusi), dan mengganggap bahwa sumber dari setiap masalah adalah dirinya
- Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau sulit membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
- Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.
Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang bertahan lebih dari beberapa hari, segera menemui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.
Penyebab Munculnya Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga. Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
- Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
- Melahirkan.
- Masalah keuangan.
- Terisolasi secara sosial.
- Trauma masa kecil.
- Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis juga bisa memicu depresi pada penderitanya seperti penyakit jantung koroner, kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan akibat cedera pada kepala sebelumnya.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang bisa digunakan dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
Sumber:
http://www.alodokter.com/depresi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Depresi_(psikologi)
Nasihat Terakhir Rasulullah
Nasihat terakhir Rasulullah Salallahu alaihi wasallam:
Dari buku Jaminan,
Oleh: Ust. Yusuf Mansur
'Alaikum bish shalah wa maa malakat aymanukum
"Kewajiban atasmu sholat, dan kewajiban atas orang-orang yang ada di pundakmu"
Dari buku Jaminan,
Oleh: Ust. Yusuf Mansur
Manusia dan Masalah
Banyak yang bilang, kehidupan manusia itu identik dengan masalah. Dua hal yang tidak akan dapat dipisahkan. Selama manusia itu hidup, bernyawa, maka selama itu pula ia harus berhadapan dengan masalah. Bahkan orang gila, autis dll. pun juga tidak lepas dari masalah. Dalam sebuah tulisan, saya pernah baca, besar kecilnya masalah itu sebanding dengan cara kita menyikapinya.
Ketika kita menganggap masalah itu besar dan penting, maka semakin beratlah otak kita bekerja untuk memikirkannya. Masalah-masalah yang kita anggap besar ini, apalagi ketika belum terselesaikan, maka akan selalu muncul dalam pikiran kita tanpa kita dengan sengaja memikirkannya. Mungkin ini memang sudah sunnatullah dimana otak tanpa diperintah akan berusaha untuk memikirkan solusinya. Lebih dari itu, kadang masalah yang kita anggap besar bisa membuat kita depresi dan mengurangi semangat hidup.
Sebaliknya, ketika kita menganggap masalah itu kecil atau sepele, akan dengan mudah kita mencarikan solusi-solusi praktis, bahkan lebih dari itu, mudah pula bagi kita untuk melupakannya. Meskipun menyepelekan masalah besar bukanlah hal yang baik dalam konteks men-solusikan masalah, namun, ini perlu diapresiasi, karena terkadang tidak mudah untuk menyepelekan sebuah masalah. Dengan kata lain, tidak mudah untuk melatih otak kita agar mampu menganggap masalah yang besar itu tidak sebesar yang kita bayangkan.
Kenapa penting untuk mengecilkan masalah? Kembali ke filosofi yang tadi, masalah itu besar ketika kita menganggap ia besar, dan kecil ketika kita menganggap ia kecil. Nah, disini masalahnya. Besar kecilnya sebuah masalah dalam diri kita amat tergantung pada perspektif kita. Akan sangat rugi ketika masalah yang harusnya kecil, malah kita anggap besar. Akibatnya? Otak kita lelah memikirkannya, waktu kita habis, kadang hati dan fisik pun ikut terzolimi akibat terlalu banyak memikirkan masalah yang kita anggap besar ini. Selain itu, pentingnya mengecilkan sebuah masalah, karena terkadang kita butuh waktu untuk mengumpulkan kekuatan dan berfikir lebih tenang dalam menghadapinya. Ini opini saya, karena bisa jadi, masalah yang kita anggap besar itu, tidak sebesar yang kita bayangkan, dan bisa jadi, masih banyak masalah lain yang justru lebih besar namun luput dari perhatian kita.
Maka dari itu, penting untuk belajar mengukur sebuah masalah. Lihatlah sebuah masalah dari berbagai sudut pandang. Perbanyak bertukar pikiran dengan orang lain. Yang tak kalah penting lagi, selalu lah bertawakkal kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa semuanya diatur oleh Allah SWT. Jangan pernah bercemas diri, lebih-lebih mencemaskan masa depan. Serahkan semua pada Allah SWT dan jangan sampai masalah membuat kita depresi lebih-lebih menghancurkan diri kita sendiri. Perbanyak beribadah dan mintakan solusinya kepada Allah SWT.
Senin, 07 Desember 2015
Kisah Tabi'in: Hasan Al-Bashri
"Sesungguhnya perumpamaan dunia dan akhirat adalah seperti timur dan barat, bila satu mendekat, maka yang lain akan menjauh ... dunia diawali dengan kesulitan dan diakhiri dengan kebinasaan, yang halal akan dihisab dan yang haram akan berujung siksa. Yang kaya akan menghadapi ujian dan fitnah, sedang yang miskin selalu dalam kesusahan." -Hasan Al-Bashri
Telah datang berita gembira kepada istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah, bahwa budaknya yang bernama Khairah telah melahirkan seorang bayi laki-laki.
Ummul Mukminin hanyut dalam kegembiraan dan wajahnya tampak ceria dan berseri-seri. Dia mengutus seseorang untuk membawa ibu dan bayinya ke rumah selama masa-masa pemulihan pasca melahirkan. Khairah adalah budak yang paling beliau sayangi dan beliau telah rindu menantikan kelahiran bayi pertama dari budaknya itu.
Tak lama setelah itu Khairah pun datang dengan bayi di gendongannya. Ketika Ummu Salamah memandangnya, beliau langsung menyukai bayi itu karena wajahnya yang tampan dan cerah, menarik hati siapapun yang memandangnya.
Ummu Salamah bertanya kepada budaknya: “Sudahkah engkau memberikan nama untuknya wahai Khairah?” Khairah menjawab: “Belum, aku ingin Anda-lah yang memilihkan nama untuknya sesuka Anda.”
Ummu Salamah berkata, “Kita akan memberi nama yang diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Hasan.” Lalu beliau mengangkat tangannya untuk mendoakan kebaikan bagi sang bayi.
Kebahagiaan atas kelahiran Hasan itu tidak hanya dirasakan oleh keluarga Ummul Mukminin Ummu Salamah saja. Namun juga dirasakan oleh seisi rumah di Madinah, yaitu di rumah sahabat utama yang juga penulis wahyu Rasulullah, Zaid bin Tsabit. Sebab ayah si bayi, yakni Yasaar, adalah budak Zaid bin Tsabit yang paling disayangi dan diutamakan di antara budak yang lain.
Hasan bin Yassar (yang pada akhirnya lebih terkenal dengan sebutan Hasan al-Bashri) tumbuh di salah satu rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, besar di pangkuan salah satu istri beliau, yaitu Hindun binti Suhail yang lebih sering dipanggil dengan Ummu Salamah.
Adapun Ummu Salamah –kalau pembaca belum tahu- adalah seorang wanita Arab yang termasuk paling sempurna akalnya, banyak keutamaannya, dan teguh pendiriannya. Beliau juga termasuk istri nabi yang paling luas pengetahuannya dan paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah. Beliau meriwayatkan sebanyak 387 hadis. Beliau juga termasuk dari sedikit bilangan wanita di masa jahiliyah yang mampu baca-tulis.
Hubungan bayi yang beruntung itu dengan Ummu Salamah tidak hanya sebatas itu. Lebih jauh lagi, karena seringkali ibunda beliau, Khairah, harus keluar dari rumah untuk mengurus kebutuhan Ummul Mukminin sehingga harus meninggalkan bayinya. Bila sang bayi menangis karena lapar, maka Ummul Mukminin meletakkan bayi itu di pangkuannya, lalu disusui supaya diam. Karena rasa cintanya terhadap bayi itu, Ummul Mukminin bisa mengeluarkan air susu yang kemudian diminum oleh si bayi hingga merasakan kenyang dan diam dari tangisnya. Dengan demikian, kedudukan Ummu Salamah bagi Hasan al-Bashri adalah sebagai ibu dalam dua sisi. Pertama karena Hasan al-Bashri adalah seorang dari mukminin sedang Ummu Salamah adalah Ummul Mukminin. Kedua Ummu Salamah adalah ibu susuan bagi beliau.
Anak ini meraih kesempatan emas untuk bergaul dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab rumah-rumah mereka berdekatan sehingga ia bisa bermain dari satu rumah ke rumah yang lain. Sudah barang tentu akhlak beliau terwarnai oleh para penghuni rumah itu dan mendapatkan bimbingan dari mereka.
Seperti yang diceritakan oleh Hasan al-Bashri sendiri, dia mengisi rumah Ummul Mukminin dengan ketangkasannya yang menyenangkan. Sering dia naik ke atap rumah lalu berpindah-pindah dengan lincahnya.
Hasan dibesarkan dalam suasana yang diterangi oleh cahaya nubuwah dan meneguk sumber air jernih (ilmu) yang tersedia di rumah-rumah ummahatul mukminin. Beliau juga berguru kepada sahabat-sahabat utama di Masjid Nabawi. Beliau meriwayatkan dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Jabir bin Abdillah dan lain-lain.
Meski demikian, kekaguman yang paling menonjol jatuh kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Dia mengagumi keteguhan agamanya, ketekunan ibadahnya, kezuhudannya terhadap kesenangan dunia, kefasihan lidahnya, hikmah-hikmahnya yang berkesan di hatinya, kemantapan tutur katanya dan nasihat-nasihatnya yang menggetarkan hati. Sehingga beliau berusaha berakhlak dengannya dalam hal takwa dan ibadah serta mengikuti jejaknya dalam memberikan keterangan dan kefasihan bahasanya.
Menginjak usia 14 tahun, ketika memasuki usia remaja, beliau berpindah bersama kedua orang tuanya ke Bashrah dan menetap di sana. Dari sinilah muncul julukan al-Bashri, yang dinisbahkan pada kota Bashrah. Lalu keutamaan beliau mulai dikenal orang-orang di Bashrah.
Di saat Hasan al-Bashri menjadi imam, kota Bashrah merupakan benteng Islam yang terbesar dalam bidang ilmu pengetahuan. Masjidnya yang agung penuh dengan para sahabat dan tabi’in yang hijrah ke sana dan halaqah-halaqah keilmuan dengan beraneka ragam dan coraknya memakmurkan masjid-masjid dan suraunya.
Hasan al-Bashri tinggal di masjid itu dan menekuni halaqah Abdullah bin Abbas, Habru umati Muhammad (Ustadnya umat Muhammad). Dia mengambil pelajaran tafsir, hadis, qiraah, fiqh, adab, bahasa dan sebagainya. Hingga beliau menjadi seorang ulama besar dan fuqaha yang terpercaya.
Maka, umat banyak menggali ilmunya, mendantangi majelisnya serta mendengarkan ceramahnya yang mampu melunakkan jiwa-jiwa yang keras dan mencucurkan air mata orang-orang yang terlanjur berbuat dosa. Banyak orang terpikat dengan hikmahnya yang mempesona.
Nama Hasan al-Bashri telah menyebar di seluruh daerah dan dikenal di mana-mana.
Para gubernur dan khalifah menanyakan dan mengikuti beritanya.
Khalid bin Shafwan bercerita. “Aku bertemu dengan Maslamah bin Abdul Malik di daerah Hirah, beliau berkata, ‘Wahai Khalid, ceritakan kepadaku tentang Hasan al-Bashri, aku rasa engkau lebih mengenalnya dari yang lain.”
Aku berkata, “Semoga Allah menjaga Anda. Saya sebaik-baik orang yang akan memberikan keterangan tentang Hasan al-Bashri wahai Amir, karena saya adalah tetangga sekaligus muridnya yang setia. Saya lebih mengenal beliau daripada orang Bashrah lainnya’.”
Beliau berkata, “Ceritakan apa yang Anda ketahui tentangnya.” Saya berkata, ‘Beliau adalah orang yang hatinya sama dengan lahiriyahnya, perkataannya serasi dengan perbuatannya. Jika menyuruh perkara yang ma’ruf, maka beliau pula yang paling sanggup melakukannya. Jika melarang yang mungkar, beliau pula yang paling mampu meninggalkannya. Saya mendapatinya sebagai orang yang tidak memerlukan pemberian; dan zuhud terhadap apa yang ada di tangan orang lain. Sebaliknya saya dapati betapa orang-orang memerlukan dan menginginkan apa yang dimilikinya.”
Maslamah berkata, “Cukup wahai Khalid, cukup. Bagaimana kaum itu bisa sesat, bila ada orang semisal dia di tengah-tengah mereka?”
Ketika Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi berkuasa di Irak, bertindak sewenang-wenang dan kejam di wilayahnya, Hasan al-Bashri adalah termasuk dalam bilangan sedikit orang yang berani menentang dan mengecam keras akan kezaliman penguasa itu secara terang-terangan.
Suatu ketika, Hajjaj membangun istana yang megah untuk dirinya di kota Wasit. Ketika pembangunan selesai, diundangnya orang-orang untuk melihat dan mendoakannya. Hasan al-Bashri tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang baik di mana banyak orang sedang berkumpul. Dia tampil memberikan ceramah, mengingatkan mereka agar bersikap zuhud di dunia dan menganjurkan manusia untuk mengejar apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitulah, ketika Hasan al-Bashri tiba di tempat itu dan melihat begitu banyak orang-orang mengelilingi istana yang megah dan indah dengan halamannya yang luas, beliau berdiri untuk berkhutbah. Di antara yang beliau sampaikan adalah: “Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fir’aun yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir’aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya…”
Beliau terus mengkritik dan mengecam hingga beberapa orang mengkhawatirkan keselamatannya dan memintanya berhenti: “Cukup Wahai Abu Sa’id, cukup.”
Namun Hasan al-Bashri berkata, “Wahai saudaraku, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya.”
Keesokan harinya Hajjaj menghadiri pertemuan bersama para pejabatnya dengan memendam amarah dan berkata keras: “Celakalah kalian! Seorang dari budak-budak Basrah itu memaki-maki kita dengan seenaknya dan tak seorang pun dari kalian berani mencegah dan menjawabnya. Demi Allah, akan kuminumkan darahnya kepada kalian wahai para pengecut!”
Hajjaj memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan pedang beserta algojonya dan menyuruh polisi untuk menangkap Hasan al-Basri.
Dibawalah Hasan al-Basri, semua mata mengarah kepadanya dan hati mulai berdebar menunggu nasibnya. Begitu Hasan al-Basri melihat algojo dan pedangnya yang terhunus dekat tempat hukuman mati, beliau menggerakkan bibirnya membaca sesuatu. Lalu berjalan mendekati Hajjaj dengan ketabahan seorang mukmin, kewibawaan seorang muslim, dan kehormatan seorang da’i di jalan Allah.
Demi melihat ketegaran yang demikian, mental Hajjaj menjadi ciut. Terpengaruh oleh wibawa Hasan al-Basri, dia berkata ramah: “Silahkan duduk di sini wahai Abu Sa’id, silahkan..”
Seluruh yang hadir menjadi bengong dan terheran-heran melihat perilaku amirnya yang mempersilahkan Hasan al-Basri duduk di kursinya. Sementara itu, dengan tenang dan penuh waibawa Hasan al-Basri duduk di tempat yang disediakan. Hajjaj menoleh kepadanya lalu menanyakan berbagai masalah agama, dan dijawab Hasan al-Basri dengan jawaban-jawaban yang menarik dan mencerminkan pengetahuannya yang luas.
Merasa cukup dengan pertanyaan yang diajukan, Hajjaj berkata, “Wahai Abu Sa’id, Anda benar-benar tokoh ulama yang hebat.” Dia semprotkan minyak ke jenggot Hasan al-Basri lalu diantarkan sampai di depan pintu.
Sesampainya di luar istana, pengawal yang mengikuti Hasan al-Basri berkata, “Wahai Abu Sa’id sesungguhnya Hajjaj memanggil Anda untuk suatu urusan yang lain. Ketika Anda masuk dan melihat algojo dengan pedangnya yang terhunus, saya lihat Anda membaca sesuatu, apa sebenarnya yang Anda lalukan ketika itu?”
Beliau berkata, (Aku berdoa) “Wahai Yang Maha Melindungi dan tempatku bersandar dalam kesulitan, jadikanlah amarahnya menjadi dingin dan menjadi keselamatan bagiku sebagaimana Engkau jadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
Kejadian serupa sering dialami Hasan al-Basri berhubungan dengan para wali negeri dan amir, di mana beliau selalu lolos dari setiap kesulitan tanpa menjatuhkan wibawanya di mata para penguasa tersebut dengan lindungan dan pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setelah wafatnya khalifah yang zuhud Umar bin Abdul Aziz, kekuasaan beralih ke tangan Yazid bin Abdul Malik. Khalifah baru ini mengangkat Umar bin Hubairah al-Faraqi sebagai gubernur Irak sampai Khurasan. Yazid ditengarai telah berjalan tidak seperti jalannya kaum salaf yang agung. Dia senantiasa mengirim surat kepada walinya, Umar bin Hubairah agar melaksanakan perintah-perintah yang ada kalanya melenceng dari kebenaran.
Untuk memecahkan problem itu, Umar bin Hubairah memanggil para ulama di antaranya asy-Sya’bi dan Hasan al-Basri. Dia berkata: “Sesungguhnya Amirul Mukminin, Yazid bin Abdul Malik telah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai khalifah atas hamba-hamba-Nya. Sehingga wajib ditaati dan aku diangkat sebagai walinya di negeri Irak sampai kupandang tidak adil. Dalam keadaan yang demikian, bisakah kalian memberikan jalan keluar untukku, apakah aku harus menaati perintah-perintahnya yang bertentangan dengan agama?”
Asy-Sya’bi menjawab dengan jawaban yang lunak dan sesuai dengan jalan pikiran pemimpinnya itu, sedangkan Hasan al-Basri tidak berkomentar sehingga Umar menoleh kepadanya dan bertanya, “Wahai Abu Sa’id, bagaimana pendapatmu?”
Beliau berkata, “Wahai Ibnu Hubairah, takutlah kepada Allah atas Yazid dan jangan takut kepada Yazid karena Allah. Sebab ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa menyelamatkanmu dari Yazid, sedangkan Yazid tak mampu menyelamatkanmu dari murka Allah. Wahai Ibnu Hubairah, aku khawatir akan datang kepadamu malaikat maut yang keras dan tak pernah menentang perintah Rabb-nya lalu memindahkanmu dari istana yang luas ini menuju liang kubur yang sempit. Di situ engkau tidak akan bertemu dengan Yazid. Yang kau jumpai hanyalah amalmu yang tidak sesuai dengan perintah Rabb-mu dan Rabb Yazid.”
“Wahai Ibnu Hubairah, bila engkau bersandar kepada Allah dan taat kepada-Nya, maka Dia akan menahan segala kejahatan Yazid bin Abdul Malik atasmu di dunia dan akhirat. Namun jika engkau lebih suka menyertai Yazid dalam bermaksiat kepada Allah, niscaya Dia akan membiarkanmu dalam genggaman Yazid. Dan sadarilah wahai Ibnu Hubairah, tidak ada ketaatan bagi makhluk, siapapun dia, bila untuk bermaksiat kepada Allah.”
Umar bin Hubairah menangis hingga basah jenggotnya karena terkesan mendengarnya. Dia berpaling dari asy-Sya’bi kepada Hasan al-Basri, Umar semakin bertambah hormat dan memuliakannya. Setelah kedua ulama itu keluar dan menuju ke masjid, orang-orang pun datang berkerumun ingin mengetahui berita pertemuan mereka dengan amir Irak tersebut.
Asy-Sya’bi menemui mereka dan berkata; “Wahai kaum barangsiapa mampu mengutamakan Allah atas makhluk-Nya dalam segala keadaan dan masalah, maka lakukanlah. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, semua yang dikatakan Hasan al-Basri kepada Umar bin Hubairah juga aku ketahui. Tapi yang kusampaikan kepadanya adalah untuk wajahnya, sedangkan Hasan al-Basri menyampaikan kata-katanya demi mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka aku disingkirkan Allah Subhanahu wa Ta’aladari Ibnu Hubairah, sedangkan Hasan al-Basri didekati dan dicintai…”
Allah memberikan karunia umur kepada Hasan al-Basri hingga berusia lebih dari 80 tahun dan telah memenuhi dunia ini dengan ilmu, hikmah dan fiqih. Warisan yang diunggulkannya bagi generasi kini di antaranya adalah kehalusan dan nasihat-nasihatnya yang mampu menyegarkan jiwa dan mampu menyentuh hati, menjadi petunjuk bagi mereka yang lalai akan hakikat kehidupan dunia serta ihwal manusia dalam menyikapi dunia.
Beliau pernah ditanya oleh seseorang tentang dunia dan keadaannya. Beliau berkata, “Anda bertanya tentang dunia dan akhirat. Sesungguhnya perumpamaan dunia dan akhirat adalah seperti timur dan barat, bila satu mendekat, maka yang lain akan menjauh.”
Dan Anda memintaku supaya menggambarkan tentang keadaan dunia ini. Maka aku katakan bahwa dunia diawali dengan kesulitan dan diakhiri dengan kebinasaan, yang halal akan dihisab dan yang haram akan berujung siksa. Yang kaya akan menghadapi ujian dan fitnah, sedang yang miskin selalu dalam kesusahan.”
Adapun jawaban terhadap pertanyaan orang lain tentang keadaannya dan keadaan orang lain dalam menyikapi dunia beliau berkata, “Duhai celaka, apa yang telah kita perbuat atas diri kita? Kita telah menelantarkan agama kita dan menggemukkan dunia kita, kita rusak akhlak kita dan kita perbaharui rumah, ranjang serta pakaian kita. Bertumpu pada tangan kiri, lalu memakan harta yang bukan haknya.
Makanannya hasil menipu, amalnya karena terpaksa, ingin yang manis setelah yang asam, ingin yang panas setelah yang dingin, ingin yang basah setelah yang kering, hingga manakala telah penuh perutnya ia berkata, “Wahai anakku, ambill obat pencerna.” Hai orang yang dungu, sesungguhnya yang kau cerna itu adalah agamamu.
Mana tetanggamu yang lapar?
Mana yatim-yatim kaummu yang lapar?
Mana orang miskin yang menantikan uluranmu?
Mana nasihat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rasul-Nya?
Kalau saja engkau sadari hisabmu. Tiap kali terbenam matahari, berkuranglah satu hari usiamu dan lenyaplah sebagian yang ada padamu.”
Kamis malam di bulan Rajab 110 H, Hasan al-Basri pergi memenuhi panggilan Rabb-nya. Pagi harinya menjadi pagi duka cita bagi kota Bashrah.
Jenazahnya dimandikan, dikafani dan dishalatkan setelah shalat Jumat di masjid Jami Basrah, masjid tempat di mana beliau menghabiskan banyak waktu hidupnya, belajar dan mengajar serta menyeru ke jalan Allah.
Orang-orang mengiringkan jenazahnya dan hari itu tak ada shalat ashar di Masjid Jami tersebut karena tak ada yang menegakkannya. Dan shalat jamaah ashar tidak pernah absen sejak dibangunnya masjid itu kecuali di hari itu. Hari di mana Hasan al-Basri berpulang ke haribaan Rabb-nya.
Sumber: Mereka adalah Para Tabi’in, Dr. Abdurrahman Ra’at Basya, At-Tibyan, Cetakan VIII, 2009
~(^_^)~
Langganan:
Postingan (Atom)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2952070/original/098287800_1572270206-shutterstock_305643209.jpg)

















