Hai Dunia! Menjauhlah dariku! Mengapa engkau datang kepadaku! Tak adakah orang lain untuk kau perdayakan? Adakah engkau sangat menginginkanku? Engkau tak mungkin mendapat kesempatan untuk mengesankanku! Tipulah orang lain! Aku tak memiliki urusan denganmu! Aku telah menceraikanmu tiga kali, yang sesudahnya tidak ada rujuk lagi. Kehidupanmu singkat, kegunaanmu kecil, kedudukanmu hina, dan bahayamu mudah berlaku! Ah... Sayang! Sangat sedikit bekal ditangan, jalan begitu panjang, perjalanan masih jauh, dan tujuan sukar dicapai!
-Ali bin Abi Thalib r.a. dalam "Dalam Dekapan Ukhuwah"
Karena aku adalah diriku - Habiburrahman, bait-bait menjelang senja -
Sobat, masing-masing kita punya karakter. Hiduplah dengan karakter itu. Tumbuhlah dengan karakter itu karena karakter itu adalah dirimu yang membedakan kau dengan yang lain. Tapi sobat, kebaikan tak ada hubungannya dengan karakter. Kita tak tahu mana yang lebih baik blak-blakan atau sembunyi-sembunyi. Kita juga tak tahu mana yang lebih pendiam atau periang. Terlebih kita juga tak tahu mana yang lebih baik, Sanguin, Korelis, Melankolis atau Plegmatis. Jika dikaji lebih dalam, masing-masing memiliki sisi positif dan negatif. Itulah karakter. Tak ada yang lebih baik dari yang lain, pun tak ada yang lebih buruk dari yang lain.
Yang pasti kebaikan adalah kebaikan. Bukan soal karakter. Tirulah kebaikan orang lain dan jangan kau tutup mata terhadapnya. Begitulah caramu memperkuat karaktermu.
Maka, jadilah pribadi yang BERKARAKTER dan tak perlu kau contoh yang tidak perlu dicontoh, apalagi mencontoh yang tak pantas/ tak patut dicontoh. Biarlah Al-Qur'an dan Al-Hadits yang membimbingmu dan biarlah Nabi Muhammad S.A.W. yang menjadi idolamu, bukan mereka para artist dan trendsetter zaman yang tak lebih dari sekedar boneka hiburan. Jika kau paham kata-kataku, kau akan hidup sobat, kau akan merdeka.Gengsi dunia tak akan lagi membelenggumu dan kau akan menjadi dirimu sesaui karaktermu. Percayalah!
sore ini hujan deras menyapa bumi
mengiringi senja yang mulai pergi
rintik demi rintiknya tak kunjung henti
dingin dan syahdu turut menyelimuti
petir dan gemuruh silih berganti
cahaya kilat pun selalu mendahului
kini senja telah pergi
namun hujan tetap tak beranjak pergi
kulihat mentari sudah tak ada lagi
dan malam pun semakin sunyi
hujan...
berpuaslah kau bahasi bumi ini
berpuaslah kau jatuhi tetes demi tetesmu
hingga nanti kau berhenti
izinkan aku untuk melangkah pergi
kembali ke gubuk ku yang sepi
tapi kuminta kau untuk berjanji Jangan Kau Sirami Aku Diperjalanan Nanti
-dilema hujan yang tak kunjung henti-
Hujan, sejak saya masih balita saya sudah mulai mengenal hujan. Hujan itu asik. Nikmat. Rahmat. Meski dulu waktu usia empat tahun, saya pernah sedikit takut dengan hujan. Tatkala waktu itu hujan deras dan petir dan gemuruh tak kunjung berhenti. Akhirnya saya mencoba tidur dan menutup telinga berharap hujan segera berhenti.
Bicara tentang hujan, saya tak pernah ketinggalan lagu waktu zaman SD dulu, lagunya Neno Warisman-Aulade Gemintang, "Allah Turunkan Hujan", lebih kurang begini liriknya :
Allah turunkan hujan Dari gumpalan awan Dari langit yang tinggi Membasahi seluruh bumi Bumi jadi subur Tanah jadi gembur Allah tumbuhkan sayur mayur Bumi jadi subur Tanah jadi gembur Pantaslah kita bersyukur Allah makes the rain fall From clauds up in the sky The rain falls to the ground And wets the earth thats dry The rain makes the earth rich The plants grow all around Our garden are so full of life The rain makes the earth rich The plants grow all around We thank God for beauty thats abound
Hal lain yang mengingatkan saya akan indahnya hujan di masa kecil tak lain dan tak bukan ialah mandi hujan, haha. Semua anak pasti suka ini dan semua orang tua juga pasti akan melarang anaknya untuk melakukan ini. Mungkin jikalau saya punya anak nanti, saya akan izinkan beberapa kali mereka mandi hujan, tapi tentu saja hanya sekali-sekali, sekedar menambah pengalaman mereka.
Hujan memang indah. Membuat hati menjadi damai dan tentram. Menikmati hujan tentu akan menjadi keindahan dan kebahagiaan tersendiri. Mungkin anda bisa mencobanya. Cobalah sesekali, ketika hujan tiba, berdirilah dibawah hujan. Tataplah langit yang gelap itu dan nikmati tetes demi tetesnya membasahi tubuh anda hingga masuk kedalam jiwa. hmm, tapi kalau sakit tanggung sendiri ya, ahaha. Setelah puas atau bosan mandi hujan, segeralah ke kamar mandi dan mandi dengan air hangat. Setelah itu berikah minyak kayu putih kesekujur tubuh anda dan segeralah ke tempat tidur, hmmm, anda akan mendapati tidur yang menyenangkan ditemani rerintik hujan dan hangatnya selimut anda.
Tapi masih ada cara lain untuk menikmati hujan. Apalagi di sore hari yang damai, anda nikmati hujan di teras rumah dengan secangkir teh hangat, hmm, membayangkannya saja saya sudah ngiler, apalagi jika ditemani secercah pelangi.
Ya, ada banyak cara untuk menikmati hujan, menikmati berkah dan rahmat yang diturunkan Allah SWT. Atau mungkin anda mau mencoba cara yang baru saya lakukan? Duduk di depan laptop, memandang keluar jendela dan membuat sebuah puisi dan tulisan tentang hujan. Tinggal pilih cara yang mana, yang penting, jangan sia-siakan kesempatan ini, meskipun disaat menunggu hujan seperti yang saya lakukan, tetap hujan bisa menjadi sumber kedamaian :D
Ohya, berikut lagu yang selalu mengingatkan saya akan indahnya hujan. "It's Gonna Rain" by Bonnie Pink di Ending ke 4 nya Samurai X, salah satu film favorit jaman SD
Penulis...
tidak selamanya penulis selalu punya ide-ide cemerlang untuk ditulis
terkadang penulis pun kebingungan apa yang akan ditulis
namun semangat untuk menulis tetap tak bisa dibendung
disaat itulah, meski yang awalnya tanpa ide, terkadang tulisan-tulisan yang dimulai tanpa sebuah ide dasar pun bisa menjadi tulisan yang menyenangkan untuk dibaca
disaat ingin menulis, penulis hanya mengungkapkan apa yang ingin dia tulis
urusan bobot tulisan? belakangan
yang penting Tulis!
tak setiap saat pula mood untuk menulis itu datang
kadang ada saat-saat dilemma
disaat ide datang, waktu tak memberikan peluang
disaat waktu senggang, ide tak kunjung datang
tak semua penulis pula yang aku maksud disini
yah, ini hanya sebuah generalisasi dari penulis sepertiku
tulis dan tulis
pokoknya ditulis
yang penting hasilnya sebuah tulisan
titik
-pagi tanpa ide-
-waktu ada, ide tak kunjung menyapa, maka inilah hasilnya-
jika kau ingin bersedih maka bersedihlah.. jika kau ingin menangis maka menangislah..
tapi... sedihmu jangan berlarut-larut.. tapi... jangan sampai sedih itu meruntuhkan dinding kekuatanmu..
sebaliknya... sedih itu kau jadikan sebagai bara api yg dapat membakar semangatmu bahwa esok kau jangan sampai bersedih lagi, bahwa esok kau yakin ada senyum yg menanti..
#tetap semangat, tentulah kau mampu melewati ujian ini..
By : Mimi (Unja, 2008)
#selfTalking