Tampilkan postingan dengan label nyastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Hai Dunia, menjauhlah dariku!

Hai Dunia!
Menjauhlah dariku!
Mengapa engkau datang kepadaku!
Tak adakah orang lain untuk kau perdayakan?
Adakah engkau sangat menginginkanku?
Engkau tak mungkin mendapat kesempatan untuk mengesankanku!
Tipulah orang lain!
Aku tak memiliki urusan denganmu!
Aku telah menceraikanmu tiga kali, yang sesudahnya tidak ada rujuk lagi.
Kehidupanmu singkat, kegunaanmu kecil, kedudukanmu hina, dan bahayamu mudah berlaku!
Ah... Sayang!
Sangat sedikit bekal ditangan, jalan begitu panjang, perjalanan masih jauh, dan tujuan sukar dicapai!


-Ali bin Abi Thalib r.a. dalam "Dalam Dekapan Ukhuwah"


Jumat, 02 November 2012

Patah


Teguh kokoh batang jati
Tinggi menjulang dahan nan tinggi
Cengkeram mendalam akar di bumi

Semakin tinggi
Semakin kokoh
Angin pun iri
Mencoba menguji

Angin datang tak kunjung henti
Terpaan datang silih berganti
Akar di hujamkan
Cengkeram diperdalam

Semakin tinggi
Semakin kokoh
Tak lelah akar mencengkeram
Tak bosan bumi menggenggam

Tiba-tiba
Ujian kembali datang
Lebih ganas lebih garang

Bersorak takut penghuni lembah
Kemarau datang!
Kemarau datang!
Kemarau datang!

Mulai tandus, kering, gersang
Haus, lelah, bersusah, berpayah
Namun hati tetap tabah

Lihat sekeliling
Rekanan tumbang
Kawan pun hilang
Hanya tinggal badan sebatang

Angin semakin garang
Di tanah yang gersang
Topan dan badai mulai datang

Ah, apakah ini akhirnya?
Apakah ini takdirnya?

Angin semakin garang
Gugur daun dari batang
Jatuh buah berserakan
Hati tersenyum
Riang meski batang mulai goyang
Riang meski diri terasa akan tumbang
Riang meski ajal sudah datang

Ah, inilah perjuangan
Sedikitpun tak ku menyesal
Sedikitpun tak ku menyesal
Terimakasih angin
Bibit-bibit ku sudah di tempat yang kuharapkan

Khusyuk

Diam
Diam
Diam
Diam

Sepi
Sepi
Sepi
Sepi

Sunyi
Sunyi
Sunyi
Sunyi

Hening
Hening
Hening
Hening

Dalam diam termenung
Pejam sepi sekeliling
Sunyi dan hening

Suara tak terdengar
Riuh terpendam
Hati mendalam

Minggu, 10 Juni 2012

Aku


Aku…
Aku adalah aku
Aku tak bisa menjadi dirimu
Aku juga tak bisa menjadi dirinya

Darahku adalah darahku
Darahmu adalah darahmu
Dan darahnya adalah darahnya

Ketiganya mengalir di tubuh yang berbeda
Ketiganya dipengaruhi gen yang berbeda
Dan ketiganya memiliki karakter yang berbeda

Aku adalah diriku
Kau adalah dirimu
Dan dia adalah dirinya

Kita tak sama
Kita berbeda

Kau tak bisa memaksaku untuk menjadi dirimu
Kau juga tak bisa memaksaku untuk menjadi dirinya

Namun…
Aku bisa mencontoh kebaikanmu
Aku bisa meniru kebaikannya
Dan aku bisa membiasakannya

Ya…
Aku bisa membiasakannya
Aku pasti bisa membiasakannya
Aku yakin aku bisa membiasakannya

Meskipun aku juga yakin
Pada akhirnya,
Aku adalah aku
Aku tetaplah aku
Karena aku adalah diriku

- Habiburrahman, bait-bait menjelang senja -

Sobat, masing-masing kita punya karakter. Hiduplah dengan karakter itu. Tumbuhlah dengan karakter itu karena karakter itu adalah dirimu yang membedakan kau dengan yang lain. Tapi sobat, kebaikan tak ada hubungannya dengan karakter. Kita tak tahu mana yang lebih baik blak-blakan atau sembunyi-sembunyi. Kita juga tak tahu mana yang lebih pendiam atau periang. Terlebih kita juga tak tahu mana yang lebih baik, Sanguin, Korelis, Melankolis atau Plegmatis. Jika dikaji lebih dalam, masing-masing memiliki sisi positif dan negatif. Itulah karakter. Tak ada yang lebih baik dari yang lain, pun tak ada yang lebih buruk dari yang lain.

Yang pasti kebaikan adalah kebaikan. Bukan soal karakter. Tirulah kebaikan orang lain dan jangan kau tutup mata terhadapnya. Begitulah caramu memperkuat karaktermu.

Maka, jadilah pribadi yang BERKARAKTER dan tak perlu kau contoh yang tidak perlu dicontoh, apalagi mencontoh yang tak pantas/ tak patut dicontoh. Biarlah Al-Qur'an dan Al-Hadits yang membimbingmu dan biarlah Nabi Muhammad S.A.W. yang menjadi idolamu, bukan mereka para artist dan trendsetter zaman yang tak lebih dari sekedar boneka hiburan. Jika kau paham kata-kataku, kau akan hidup sobat, kau akan merdeka. Gengsi dunia tak akan lagi membelenggumu dan kau akan menjadi dirimu sesaui karaktermu. Percayalah!

Jumat, 08 Juni 2012

Hujan

sore ini hujan deras menyapa bumi
mengiringi senja yang mulai pergi
rintik demi rintiknya tak kunjung henti
dingin dan syahdu turut menyelimuti

petir dan gemuruh silih berganti
cahaya kilat pun selalu mendahului

kini senja telah pergi
namun hujan tetap tak beranjak pergi
kulihat mentari sudah tak ada lagi
dan malam pun semakin sunyi

hujan...
berpuaslah kau bahasi bumi ini
berpuaslah kau jatuhi tetes demi tetesmu
hingga nanti kau berhenti
izinkan aku untuk melangkah pergi
kembali ke gubuk ku yang sepi
tapi kuminta kau untuk berjanji
Jangan Kau Sirami Aku Diperjalanan Nanti

-dilema hujan yang tak kunjung henti-

Hujan, sejak saya masih balita saya sudah mulai mengenal hujan. Hujan itu asik. Nikmat. Rahmat. Meski dulu waktu usia empat tahun, saya pernah sedikit takut dengan hujan. Tatkala waktu itu hujan deras dan petir dan gemuruh tak kunjung berhenti. Akhirnya saya mencoba tidur dan menutup telinga berharap hujan segera berhenti.

Bicara tentang hujan, saya tak pernah ketinggalan lagu waktu zaman SD dulu, lagunya Neno Warisman-Aulade Gemintang, "Allah Turunkan Hujan", lebih kurang begini liriknya :

Allah turunkan hujan
Dari gumpalan awan
Dari langit yang tinggi
Membasahi seluruh bumi


Bumi jadi subur
Tanah jadi gembur
Allah tumbuhkan sayur mayur


Bumi jadi subur
Tanah jadi gembur
Pantaslah kita bersyukur


Allah makes the rain fall
From clauds up in the sky
The rain falls to the ground
And wets the earth thats dry


The rain makes the earth rich
The plants grow all around
Our garden are so full of life


The rain makes the earth rich
The plants grow all around
We thank God for beauty thats abound


Hal lain yang mengingatkan saya akan indahnya hujan di masa kecil tak lain dan tak bukan ialah mandi hujan, haha. Semua anak pasti suka ini dan semua orang tua juga pasti akan melarang anaknya untuk melakukan ini. Mungkin jikalau saya punya anak nanti, saya akan izinkan beberapa kali mereka mandi hujan, tapi tentu saja hanya sekali-sekali, sekedar menambah pengalaman mereka.

Hujan memang indah. Membuat hati menjadi damai dan tentram. Menikmati hujan tentu akan menjadi keindahan dan kebahagiaan tersendiri. Mungkin anda bisa mencobanya. Cobalah sesekali, ketika hujan tiba, berdirilah dibawah hujan. Tataplah langit yang gelap itu dan nikmati tetes demi tetesnya membasahi tubuh anda hingga masuk kedalam jiwa. hmm, tapi kalau sakit tanggung sendiri ya, ahaha. Setelah puas atau bosan mandi hujan, segeralah ke kamar mandi dan mandi dengan air hangat. Setelah itu berikah minyak kayu putih kesekujur tubuh anda dan segeralah ke tempat tidur, hmmm, anda akan mendapati tidur yang menyenangkan ditemani rerintik hujan dan hangatnya selimut anda.

Tapi masih ada cara lain untuk menikmati hujan. Apalagi di sore hari yang damai, anda nikmati hujan di teras rumah dengan secangkir teh hangat, hmm, membayangkannya saja saya sudah ngiler, apalagi jika ditemani secercah pelangi.

Ya, ada banyak cara untuk menikmati hujan, menikmati berkah dan rahmat yang diturunkan Allah SWT. Atau mungkin anda mau mencoba cara yang baru saya lakukan? Duduk di depan laptop, memandang keluar jendela dan membuat sebuah puisi dan tulisan tentang hujan. Tinggal pilih cara yang mana, yang penting, jangan sia-siakan kesempatan ini, meskipun disaat menunggu hujan seperti yang saya lakukan, tetap hujan bisa menjadi sumber kedamaian :D

Ohya, berikut lagu yang selalu mengingatkan saya akan indahnya hujan. "It's Gonna Rain" by Bonnie Pink di Ending ke 4 nya Samurai X, salah satu film favorit jaman SD





Kamis, 07 Juni 2012

Penulis

Penulis...
tidak selamanya penulis selalu punya ide-ide cemerlang untuk ditulis
terkadang penulis pun kebingungan apa yang akan ditulis
namun semangat untuk menulis tetap tak bisa dibendung
disaat itulah, meski yang awalnya tanpa ide, terkadang tulisan-tulisan yang dimulai tanpa sebuah ide dasar pun bisa menjadi tulisan yang menyenangkan untuk dibaca
disaat ingin menulis, penulis hanya mengungkapkan apa yang ingin dia tulis
urusan bobot tulisan? belakangan
yang penting Tulis!
tak setiap saat pula mood untuk menulis itu datang
kadang ada saat-saat dilemma
disaat ide datang, waktu tak memberikan peluang
disaat waktu senggang, ide tak kunjung datang
tak semua penulis pula yang aku maksud disini
yah, ini hanya sebuah generalisasi dari penulis sepertiku
tulis dan tulis
pokoknya ditulis
yang penting hasilnya sebuah tulisan
titik

-pagi tanpa ide-
-waktu ada, ide tak kunjung menyapa, maka inilah hasilnya-



Senin, 28 Mei 2012

La Tahzan Bro!

jika kau ingin bersedih maka bersedihlah..
jika kau ingin menangis maka menangislah..

tapi... sedihmu jangan berlarut-larut..
tapi... jangan sampai sedih itu meruntuhkan dinding kekuatanmu..

sebaliknya... sedih itu kau jadikan sebagai bara api yg dapat membakar semangatmu
bahwa esok kau jangan sampai bersedih lagi,
bahwa esok kau yakin ada senyum yg menanti..

#tetap semangat, tentulah kau mampu melewati ujian ini..
By : Mimi (Unja, 2008)
#selfTalking

Rabu, 15 Februari 2012

Sendiri

ramai tak henti
kata berpaut kata silih berganti
dinginnya malam tak ku peduli
karena kehangatan selalu di hati

sang waktu pun mulai benci
kewajiban lain mulai iri
tugas tugas ku mulai mencaci
menanti untuk dilunasi

ku tak peduli
biarlah mereka menanti
biarlah mereka iri
hanya kau yang ku temui

namun kini...
kau pergi
tak ada basa basi
menjauh dalam sunyi

ku termenung dalam sepi
kerinduan ku tak bertepi
gelisah ku tak kunjung henti
mencari noda dalam hati
mencari salah dalam diri

ku sendiri...
disini...
berteman sepi...

Minggu, 29 Januari 2012

Aku Rindu

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …

Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …

Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

KATA-KATA "SANG MURABBI" KH RAHMAT ABDULLAH