Minggu, 22 Mei 2016

About Life

Ada tiga hal yang kupelajari dari hidup:

Tanggung Jawab kita besar, Waktu kita sedikit, dan Godaan kita banyak.

Tiga hal ini yang saling terkait dan mengikat kita dalam hidup. Saya coba list sedikit tanggung jawab yang saat ini terlintas di pikiran saya:
Sebagai manusia, kita punya tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari keluarga, kita punya tanggung jawab terhadap keluarga.
Sebagai manusia yang dititipkan harta, kita punya tanggung jawab terhadap harta
Sebagai pihak yang diberikan waktu oleh Allah, kita punya tanggung jawab terhadap waktu
Kita juga punya tanggung jawab untuk menggali dan menimba ilmu, khususnya ilmu agama.
Dan semua itu dirangkum menjadi tanggung jawab kita sebagai ciptaan Allah dalam kewajiban kita untuk menyembah, beriman, dan bertaqwa kepada-Nya.

Tanggung jawab yang besar dan waktu yang sempit. Kira-kira berapa umur kita? Rasulullah SAW dititipkan usia 63 tahun. Jika kita berpatokan pada angka tersebut, dengan asumsi rata-rata usia kita 60an tahun, maka pertanyaannya, apakah 60 tahun itu waktu yang cukup? Coba kita buka Al Quran, ada sekitar 6000 ayat yang harus kita pelajari, karena inilah pedoman hidup bukan? Maka sewajarnya, agar bisa hidup sesuai koridor yang diajarkan islam, maka 6000 ayat ini sudah seharusnya kita kuasai. Apakah itu cukup? Belum, masih ada ribuan hadist yang mesti kita pelajari, karena ada dua sebab diterimanya sebuah amal, i'tibar dan ikhlas. I'tibar dimana kita harus mengikuti sunnah dan contoh yang diberikan Rasulullah SAW dalam menunaikan setiap ibadah.

Well, waktu belajar juga mesti kita imbangi dengan mempelajari ilmu-ilmu berkaitan dengan dunia seperti yang telah sebagian besar kita tempuh, mulai dari bangku SD hingga bangku kuliah. Sedikit saya singgung, adanya, waktu belajar kita lebih banyak yang terbalik, waktu yang kita habiskan untuk mempelajari ilmu duniawi lebih banyak dibandingkan ilmu agama. Termasuk saya.

Itu baru dari segi tanggung jawab belajar. Belum lagi tanggung jawab - tanggung jawab lain yang membebani pundak seperti sedikit yang saya sebutkan di awal tadi.

Nah, dengan waktu yang sedikit dan tanggung jawab yang besar ini, kita dibebankan lagi dengan godaan yang begitu banyak. TV, internet, film, lebih-lebih kasur menjadi godaan yang begitu besar untuk mengalihkan penggunaan waktu kita menjadi sia-sia. Bukan tidak mungkin (asumsikan) 60 tahun kita hidup, lebih banyak waktu yang kita sia-siakan ketimbang yang kita manfaatkan. Padahal hakikatnya dunia ini adalah tempat singgah dan berbekal untuk perjalanan kita yang lebih panjang. Panjang? Iyap, bahkan manusia-manusia dari zaman nabi adam as pun sampai saat ini masih menunggu hari berbangkit. Dan bisa jadi kita yang mati kelak, akan menunggu ribuan tahun lagi, Wallahu'alam. Dan setelah dibangkitkan, masih ada tahapan proses yang begitu panjang -yang bisa anda pelajari sendiri- hingga akhirnya nanti -semoga- kita beristirahat di syurga (aamiin).

Kesimpulannya? Percayalah kita tidak akan selamat jika mengandalkan kemampuan sendiri.

Lebih kurang, seorang ustad pernah mencoba memaknai surah Al Fatihah sebagai berikut:

(1) Awali semua dengan menyebut asma Allah. Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(2) Segala puji hanya milik Allah. Maka selayaknya tidak ada puja dan puji bagi selain Allah, yaitu Tuhan seluruh alam.
(3) Allah tegaskan sekali lagi bahwa Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(4) Tapi ingat, akan ada hari pembalasan dimana semua amal akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya
(5) Maka, sembahlah Ia dan mintalah pertolongan pada-Nya
(6) Mintalah agar Allah menunjukkan jalan yang lurus
(7) Apa itu jalan yang lurus? Yaitu jalan orang-orang yang diberi Nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
Arrohmanirrahim -

Iyya kanasta'in, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan. Inilah jawabannya. Dengan tanggung jawab yang besar, waktu yang sempit dan godaan yang begitu banyak, niscaya kita tidak akan selamat untuk hidup di dunia dan di akhirat kelak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Karena sesungguhnya:


Maka, mintalah pertolongan Allah agar Ia menunjukkan jalan yang lurus. Agar, dengan segala keterbatasan kita, kelak semoga dengan pertolongan Allah, kita diberikan keselamatan dan kebaikan hidup di dunia dan juga di akhirat. Aamiin


1 komentar: